Spesialnya Indonesia terhadap Agama Menurut Waketum MUI Lampung

Spesialnya Indonesia terhadap Agama Menurut Waketum MUI Lampung

Share :

 

Pringsewu, MUI Lampung Digital

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung (MUI Lampung), KH Ihya Ulumuddin, menilai Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri dalam memberikan perhatian terhadap kehidupan beragama.

Menurutnya, tidak banyak negara di dunia yang menghadirkan peran pemerintah secara nyata dalam memfasilitasi pelaksanaan ajaran agama, khususnya rukun Islam. Di Indonesia, kata dia, seluruh rukun Islam mendapatkan dukungan dalam bentuk regulasi, kelembagaan, maupun pelayanan.

“Di Indonesia, dari semua rukun Islam, pemerintah hadir. Ini yang membuat Indonesia memiliki kekhususan dalam kehidupan beragama,” ujarnya pada Safari Ramadhan Provinsi Lampung di Kabupaten Pringsewu, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, pada rukun Islam pertama, yakni syahadat, negara memberikan pengakuan melalui pencatatan administrasi oleh Kementerian Agama. Pencatatan tersebut dinilai penting untuk menjamin hak dan perlindungan hukum bagi warga negara dalam menjalankan keyakinannya.

Pada rukun Islam kedua, shalat, pemerintah memfasilitasi keberadaan masjid dan tempat ibadah melalui regulasi serta dukungan pembangunan. Meski demikian, KH Ihya mengingatkan bahwa tanggung jawab umat tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

“Setelah masjid berdiri, yang lebih penting adalah bagaimana memakmurkannya. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan, pemerintah juga berperan melalui sidang isbat untuk menetapkan awal dan akhir Ramadan. Mekanisme tersebut dinilai mampu menjaga ketertiban dan memberikan kepastian kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, dalam pengelolaan zakat, negara membentuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) guna memastikan zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran. Keberadaan Baznas disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong kemaslahatan sosial melalui instrumen keagamaan.

Adapun dalam penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah membentuk kementerian khusus untuk menangani urusan haji. Hal ini menunjukkan keseriusan negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di Tanah Suci.

“Jarang negara di dunia yang memberi fasilitasi terhadap agama seperti Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, KH Ihya juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap positif terhadap pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk tidak bersikap sinis, melainkan membangun semangat kolaborasi jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan.

“Tidak boleh nyinyir pada pemerintah. Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Ulama dan tokoh harus memberikan masukan dengan cara baik untuk menguatkan optimisme,” pesannya.

Ia menambahkan, pemimpin daerah memiliki tanggung jawab memastikan tiga hal utama dirasakan masyarakat, yakni kelancaran dalam beribadah, kesejahteraan, dan rasa aman. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Safari Ramadhan di Provinsi Lampung tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Pringsewu H Riyanto Pamungkas, Wakil Bupati Pringsewu Hj. Umi Laila, dan tokoh Ormas seperti Ketua MUI Pringsewu KH Hambali, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Muhammad Faizin, Ketua PD Muhammadiyah H Giarto, Ketua FKUB KH Mahfudz Ali dan tokoh masyarakat lainnya. (Muhammad Faizin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *