Silaturahmi Strategis: BNNP Lampung Gandeng MUI Bentengi Umat dari Narkoba

Silaturahmi Strategis: BNNP Lampung Gandeng MUI Bentengi Umat dari Narkoba

Share :

 

Bandar Lampung-MUI Lampung Digital

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung (BNNP Lampung), Brigjen Pol Sakeus Ginting, S.I.K., M.H., beserta jajaran melakukan silaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung. Kunjungan yang berlangsung di Sekretariat MUI Provinsi Lampung, Komplek Islamic Center Rajabasa, Bandar Lampung pada Senin (23/02/2026) tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag.

Dalam kegiatan tersebut, Brigjen. Pol. Sakeus Ginting didampingi oleh Kabag Umum, Kabid Pemberantasan dan Intelijen, Katim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Katim Rehabilitasi, serta Katim Sarpras. Sementara itu, Prof. Mukri didampingi oleh KH. Suryani M. Nur (Ketua), KH. Mansur Hidayat (Sekretaris Umum), Ujang Tomi (Sekretaris), dan Susilawati (Direktur LPH LPPOM) MUI Provinsi Lampung.

Pada pertemuan tersebut, Kepala BNN Provinsi Lampung menyampaikan data nasional terkait penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil survei prevalensi tahun 2026, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai 2,11%, yang setara dengan sekitar 4,1 juta jiwa. Angka tersebut menunjukkan kondisi yang masih memprihatinkan dan menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga serta generasi muda bangsa.

BNNP Lampung menegaskan bahwa peredaran narkoba kini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi telah merambah hingga ke desa-desa dan menjangkau kelompok masyarakat yang semakin luas dan rentan. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, dalam upaya pencegahan.

Pendekatan keagamaan melalui ceramah, khutbah, dan kegiatan pembinaan umat dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya narkoba. Momentum kegiatan keagamaan, termasuk di bulan suci, menjadi waktu strategis untuk memperkuat ketahanan moral dan spiritual masyarakat

Dalam penyambutannya, Prof. Mukri menegaskan bahwa MUI memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan dalam menjaga umat dari ancaman narkoba. Menurutnya, persoalan narkoba bukan semata isu hukum dan kesehatan, tetapi juga krisis moral, sosial, dan spiritual yang harus ditangani secara komprehensif. “Majelis Ulama Indonesia memandang bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman nyata terhadap masa depan generasi bangsa, dan merusak keluarga.

Oleh karena itu, MUI memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran keagamaan, memperkuat nilai-nilai akhlak, serta menanamkan ketahanan spiritual di tengah masyarakat,” ujarnya.

Prof. Mukri menjelaskan, MUI akan terus mendorong optimalisasi fungsi dakwah melalui khutbah, ceramah, pengajian, dan forum keagamaan lainnya sebagai sarana edukasi bahaya narkoba. Selain itu, MUI juga berkomitmen memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam pencegahan, karena keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda.

Lebih lanjut, Prof. Mukri yang juga Ketua PBNU tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Upaya pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara ulama, aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat. MUI siap menjadi mitra strategis BNN dalam memperluas jangkauan edukasi dan penguatan moral umat,” tambahnya.

Sekretaris Umum KH. Mansur Hidayat turut menambahkan bahwa pendekatan keagamaan memiliki kekuatan besar dalam menyentuh kesadaran batin masyarakat. Melalui bahasa moral, etika, dan nilai spiritual, pesan-pesan pencegahan dapat diterima lebih luas dan mendalam.

Sementara KH. Suryani M. Nur menjelaskan bahwa MUI Provinsi Lampung memiliki lembaga Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) yang dinahkodai oleh dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes., berkiprah melalui sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba, penyuluhan di sekolah-sekolah, serta penguatan peran keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Melalui silaturahmi ini, BNNP Lampung dan MUI Provinsi Lampung berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat melalui program konkret, termasuk dakwah tematik anti narkoba, sosialisasi bersama, dan kegiatan edukatif berbasis masyarakat.(Suryani, Rita Zaharah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *