Yogyakarta – MUI Lampung Digital
Upaya mencari solusi atas persoalan pengelolaan sampah terus dilakukan kalangan akademisi. Tim Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung memilih turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (23/7/2026), guna mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu yang selama ini menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan pengelolaan lingkungan di Indonesia.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari riset pengembangan energi terbarukan yang tengah dilakukan UIN Raden Intan Lampung. Melalui observasi lapangan, tim berupaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tata kelola sampah, mulai dari proses penerimaan hingga pengolahan akhir, sebagai dasar penyusunan rekomendasi yang dapat diterapkan di Provinsi Lampung.
Rombongan dipimpin Ketua Tim Peneliti Dr. Agus Hermanto bersama anggota tim Gesit Yudha, Maulana, dan Rajendra. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengelola TPA Piyungan yang dipimpin Ibnu beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan semangat berbagi pengalaman dan praktik terbaik pengelolaan sampah.
Dalam kesempatan itu, Dr. Agus Hermanto menjelaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan bagian penting dari pendekatan penelitian yang mengedepankan pembelajaran langsung dari praktik yang telah berjalan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kajian teoritis, tetapi memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap sistem yang telah terbukti diterapkan di lapangan.
“Kami ingin belajar langsung dari TPA Piyungan. Bagaimana mengelola sampah dalam skala besar dengan sistem yang terpadu dan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Hasil observasi ini akan menjadi bahan penting bagi pengembangan kebijakan dan riset kami di Lampung,” ujar Dr. Agus Hermanto.
Selama berada di kawasan TPA Piyungan, tim memperoleh penjelasan mengenai alur pengelolaan sampah secara komprehensif. Pengelola memaparkan proses mulai dari penerimaan sampah, pemilahan, penimbunan menggunakan metode sanitary landfill, hingga pengolahan air lindi sebagai bagian dari upaya meminimalkan dampak pencemaran terhadap lingkungan sekitar.
Tidak hanya mendengarkan paparan, tim peneliti juga meninjau langsung area operasional TPA untuk melihat implementasi sistem di lapangan. Diskusi berkembang pada berbagai isu strategis, mulai dari tantangan peningkatan volume sampah, inovasi teknologi pengolahan, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Bagi Tim Peneliti UIN Raden Intan Lampung, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menyusun model pengelolaan sampah yang relevan dengan karakteristik daerah. Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mengintegrasikan nilai edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan budaya peduli lingkungan di lingkungan kampus dan pesantren.
Pengelola TPA Piyungan menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta edukasi lingkungan. Sinergi antara perguruan tinggi dan pengelola fasilitas pengolahan sampah dinilai penting untuk memperkuat inovasi sekaligus mendorong lahirnya solusi yang aplikatif.
Melalui hasil observasi lapangan ini, tim peneliti menargetkan lahirnya rekomendasi model pengelolaan sampah terpadu yang dapat diadaptasi di Lampung. Model tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan energi terbarukan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol apresiasi atas sambutan hangat dari pengelola TPA Piyungan. Momentum itu sekaligus menjadi penegas komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
