Dr. Efa Rodiah Nur, M.H Dekan Fakultas Syari’ah UIN Raden Intan Lampung
Kartini bukan hanya nama dalam buku sejarah, melainkan simbol kesadaran, keberanian, dan transformasi. Di tengah arus globalisasi dan derasnya perkembangan teknologi, semangat Kartini menemukan relevansinya kembali dalam wajah perempuan Indonesia masa kini. Kartini berdaya bukan hanya tentang emansipasi dalam arti klasik, tetapi tentang bagaimana perempuan mampu menjadi aktor perubahan yang cerdas, kritis, dan inovatif. Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, peran perempuan menjadi semakin strategis, bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama dalam pembangunan bangsa.
Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar yang menuntut kesiapan dari seluruh elemen bangsa, termasuk perempuan. Kartini masa kini harus hadir dengan kapasitas intelektual yang mumpuni, literasi digital yang kuat, serta kepekaan sosial yang tinggi. Tantangan yang dihadapi tidak lagi sebatas diskriminasi formal, tetapi juga bias struktural yang sering kali terselubung dalam budaya dan sistem sosial. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara holistik, mencakup pendidikan, ekonomi, politik, hingga ruang-ruang kepemimpinan strategis.
Di era digital, perempuan memiliki peluang besar untuk mengaktualisasikan diri. Akses terhadap informasi yang semakin terbuka memberikan ruang bagi perempuan untuk belajar, berkarya, dan berinovasi tanpa batas. Namun, peluang ini juga diiringi dengan tantangan, seperti maraknya disinformasi, kekerasan berbasis gender di dunia maya, hingga tekanan sosial yang tidak jarang menghambat kebebasan berekspresi. Kartini berdaya adalah mereka yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya untuk menciptakan nilai dan perubahan yang berdampak luas.
Pendidikan menjadi kunci utama dalam melahirkan Kartini-Kartini masa depan. Perempuan yang terdidik akan melahirkan generasi yang kuat, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. Investasi pada pendidikan perempuan bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kemajuan bangsa secara keseluruhan. Dalam hal ini, perlu ada komitmen bersama dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap perempuan Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang adil dan berkualitas.
Selain pendidikan, kemandirian ekonomi juga menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan. Perempuan yang mandiri secara ekonomi akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam keluarga dan masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi kontributor ekonomi, tetapi juga pengambil keputusan yang berpengaruh. Dalam era ekonomi kreatif dan digital, perempuan memiliki banyak peluang untuk mengembangkan usaha, baik melalui UMKM maupun platform digital yang semakin inklusif.
Namun, pemberdayaan perempuan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan lingkungan yang inklusif dan adil. Budaya patriarki yang masih mengakar di sebagian masyarakat menjadi tantangan serius yang harus dihadapi. Perlu ada perubahan paradigma bahwa kesetaraan gender bukanlah ancaman, melainkan kekuatan untuk mempercepat pembangunan. Kartini berdaya adalah simbol kolaborasi, bukan kompetisi antara laki-laki dan perempuan, melainkan sinergi untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam konteks politik dan kepemimpinan, kehadiran perempuan juga semakin penting. Perempuan membawa perspektif yang berbeda dalam pengambilan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan isu sosial, pendidikan, kesehatan, dan keluarga. Meningkatnya partisipasi perempuan dalam ruang politik akan memperkaya demokrasi dan memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan berkeadilan. Oleh karena itu, penting untuk terus mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai level kepemimpinan.
Kartini berdaya untuk Indonesia Emas 2045 adalah tentang keberanian untuk bermimpi besar dan bertindak nyata. Ini bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi tanggung jawab bersama sebagai bangsa. Ketika perempuan diberdayakan, maka bangsa akan dikuatkan. Semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia, menjadi inspirasi untuk terus maju, melampaui batas, dan mewujudkan masa depan yang gemilang. Indonesia Emas 2045 bukan sekadar visi, tetapi sebuah keniscayaan yang dapat dicapai dengan peran aktif dan berdayanya seluruh anak bangsa, terutama para Kartini masa kini.
