FISIP Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung Jajaki Kolaborasi dengan Disparekraf Provinsi Lampung

FISIP Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung Jajaki Kolaborasi dengan Disparekraf Provinsi Lampung

Share :

 

Bandar Lampung – MUI Lampung Digital
Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tulang Bawang melakukan audiensi ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung pada Senin (20/04/2026). Rombongan diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas, Ir. Tony Ferdinansyah, ST., MT. Kunjungan ini dipimpin oleh Dekan FISIP Rosidah, didampingi Ketua Senat Fakultas Agus Mardihartono, Kaprodi Administrasi Bisnis Suryani, Kaprodi Administrasi Publik Ayu Nadia Pramazuly, Kaprodi Ilmu Komunikasi Yuli Evadianti, serta jajaran pimpinan dan dosen lainnya, termasuk perwakilan mahasiswa.

Dalam mengawali pembicaraannya, Dekan FISIP Rosidah menyampaikan maksud dan tujuan bahwa audiensi ini merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam program magang mahasiswa, penelitian bersama, serta pengabdian kepada masyarakat. “Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung,” ujar Rosidah.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai audiensi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah. “Kami mengapresiasi kunjungan ini sebagai ruang bertukar informasi dan gagasan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan, baik dalam penelitian, program magang, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan lainnya,” kata Tony.

Dalam sesi diskusi, Kaprodi Administrasi Bisnis Suryani menekankan bahwa pembangunan pariwisata di Lampung tidak cukup hanya berfokus pada destinasi, melainkan harus berbasis pada ekosistem bisnis yang terintegrasi. “Selain sarana dan prasarana yang mendukung, pariwisata juga harus terhubung dengan sektor ekonomi kreatif seperti kuliner dengan harga yang pantas, fashion, paket wisata yang terintegrasi, hingga konten digital, sehingga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi Provinsi Lampung”, ujarnya.

Lebih lanjut Suryani menjelaskan bahwa Provinsi Lampung harus memiliki identitas pariwisata yang kuat dan konsisten. Dalam hal ini kolaborasi lintas disiplin sangat penting untuk menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara berkunjung ke Lampung. Dalam mengakhiri penyampaian pendapatnya, Suryani menegaskan bahwa “Kami yakin dibawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung akan tumbuh cepat, karena kolaborasi pentahelix (pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha/bisnis, komunitas, dan media) terus dibangun”. pungkas Suryani.

Ketua Senat FISIP, Agus Mardihartono, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam perumusan kebijakan berbasis riset. “FISIP siap berkontribusi melalui kajian akademik dan rekomendasi kebijakan yang berbasis data. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kaprodi Administrasi Publik, Ayu Nadia Pramazuly, turut memberikan pandangan bahwa penguatan sektor pariwisata membutuhkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan responsif. “Sinergi antara pemerintah dan akademisi sangat penting dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran. Kami juga melihat peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik administrasi publik melalui program magang,” ungkap Ayu.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Yuli Evadianti, menekankan pentingnya strategi komunikasi dalam pengembangan pariwisata. “Di era digital, promosi pariwisata tidak hanya soal informasi, tetapi juga bagaimana membangun storytelling yang kuat dan menarik. Peran media dan konten digital sangat krusial dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata Lampung,” jelasnya.

Audiensi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti kerja sama melalui program-program konkret yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta pemerintah daerah, sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung, dan photo bersama. (SMN, Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *