GERAK SYARIAH RESMI DITUTUP, SINERGI OJK, BI, DAN PEMPROV LAMPUNG PERKUAT EKONOMI SYARIAH LAMPUNG

GERAK SYARIAH RESMI DITUTUP, SINERGI OJK, BI, DAN PEMPROV LAMPUNG PERKUAT EKONOMI SYARIAH LAMPUNG

Share :

Bandar Lampung – MUI Lampung Digital
Kegiatan Gerakan Ramadhan Keuangan (Gerak) Syariah resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh optimisme di Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung (01/03/2026).

Tampak hadir pada Penutupan kegiatan tersebut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Achmad P. Subarkah, Gubernur Lampung yang diwakili oleh Plt. Kepala Biro Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung August Riko SA., Pjs. Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Suryani M. Nur, Walikota Bandar Lampung yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Wilson Faisol, dan Undangan lainnya.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Kegiatan Gerak Syariah yang telah berlangsung selama beberapa hari ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong literasi serta inklusi keuangan syariah di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menegaskan bahwa Gerak Syariah merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah. Ia menyampaikan bahwa potensi ekonomi syariah di Provinsi Lampung sangat besar, baik dari sisi demografi maupun sektor riil seperti UMKM, pertanian, dan industri halal. “Gerak Syariah bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan nyata untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memanfaatkan layanan keuangan syariah secara optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, OJK akan terus memperkuat pengawasan dan pengembangan industri jasa keuangan syariah agar tumbuh sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Bank Indonesia dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Achmad P. Subarkah menekankan pentingnya membangun ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari sektor produksi, pembiayaan, distribusi, hingga konsumsi.

Ia menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong penguatan rantai nilai halal (halal value chain), digitalisasi pembayaran syariah, serta pengembangan UMKM berbasis syariah. Menurutnya, Gerak Syariah menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring dan mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan syariah. “Kami mendorong agar UMKM di Lampung dapat naik kelas melalui pembiayaan syariah, sertifikasi halal, dan pemanfaatan sistem pembayaran digital. Sinergi ini akan memperkuat daya saing ekonomi daerah,” jelasnya.

Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai program pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan oleh Plt. Kepala Biro Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan August Riko SA menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Menurutnya, ekonomi syariah memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan UMKM, penguatan sektor pertanian, serta pengembangan industri halal yang berdaya saing. “Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus bersinergi dengan OJK, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi syariah di Lampung tumbuh inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya seraya menutup kegiatan tersebut secara reami.

Di akhir rangkaian acara penutupan juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Yusuf al-Lampungi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya membangun sistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberkahan dan keadilan.

Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip syariah seperti kejujuran, amanah, dan keadilan harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas ekonomi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan berjalan seiring dengan peningkatan moral dan kesejahteraan umat.

Acara penutupan ditandai dengan prosesi simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pengembangan ekonomi syariah di Lampung.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Gerak Syariah tahun ini, seluruh pihak berharap semangat literasi, inklusi, dan penguatan ekonomi syariah terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Gerak Syariah pun ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat akan semakin memperkokoh fondasi ekonomi syariah yang tangguh dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.(Suryani, Rizkia MP, Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *