Ketua MUI Lampung Sampaikan Tausiyah Safari Ramadhan dan Penghargaan P2TL di PLN UID Lampung

Ketua MUI Lampung Sampaikan Tausiyah Safari Ramadhan dan Penghargaan P2TL di PLN UID Lampung

Share :

Bandar Lampung – MUI Lampung Digital

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, KH. Suryani M. Nur, menyampaikan tausiyah Ramadhan dalam kegiatan Safari Ramadhan dan Penghargaan P2TL yang diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (UID) Lampung pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Balai Sakai Sembayan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen serta pegawai Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN UID Lampung.

Acara ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual sekaligus penguatan integritas pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kelistrikan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 H.
Selain menjabat sebagai Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Suryani M. Nur juga merupakan Ketua Program Studi Administrasi Bisnis di Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pencurian Energi Listrik, yang dinilai sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab PLN sebagai penyedia energi listrik nasional.

Dalam pemaparannya, KH. Suryani M. Nur menegaskan bahwa berdasarkan Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2016, pencurian energi listrik hukumnya haram, karena termasuk perbuatan mengambil hak orang lain secara batil (ghasab/sariqah). “Pencurian listrik bukan sekadar pelanggaran administratif atau pelanggaran hukum positif, tetapi juga pelanggaran syariah. Di dalamnya terdapat unsur kezaliman, pengkhianatan amanah, dan merugikan kepentingan publik,” tegas beliau di hadapan para pegawai.

Beliau menjelaskan bahwa praktik penyambungan listrik secara ilegal, manipulasi meteran, maupun penggunaan daya yang tidak sesuai ketentuan merupakan bentuk pelanggaran yang wajib dihentikan. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan perusahaan dan negara, tetapi juga berdampak pada masyarakat luas karena mengganggu sistem distribusi dan keadilan sosial. “Listrik bukan sekadar energi, tetapi amanah. Di dalamnya ada hak negara, hak perusahaan, dan hak masyarakat luas. Mengambilnya tanpa izin berarti melanggar syariat dan hukum sekaligus,” lanjutnya.

Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa pelaku pencurian listrik berkewajiban untuk Bertaubat dengan sungguh-sungguh, Menghentikan perbuatannya, Mengganti kerugian yang ditimbulkan, Mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Penegasan ini sekaligus memberikan legitimasi keagamaan terhadap langkah-langkah penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) yang dilakukan oleh PLN.

Dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan, KH. Suryani M. Nur mengajak seluruh pegawai PLN untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah pelayanan publik. “Ramadhan mendidik kita menjadi insan yang bertakwa. Ketakwaan itu harus tercermin dalam profesionalitas dan integritas kerja. Kejujuran bukan hanya nilai ibadah personal, tetapi juga fondasi pelayanan publik,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa upaya P2TL bukan sekadar tugas teknis dan struktural, melainkan juga bagian dari implementasi amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan sosial dan berbangsa. Menjaga aset negara dan memastikan penggunaan listrik secara sah merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bersama.

Pada kesempatan tersebut, apresiasi atas tausiyah dan kehadiran Ketua MUI Provinsi Lampung disampaikan oleh Senior Manager PT. PLN UID Lampung, Moh. Sadeli, didampingi Nurul, Sugeng, dan Arif Nurdianto. Atas nama Manajemen PLN UID Lampung menyampaikan terima kasih atas penguatan moral dan spiritual yang diberikan kepada seluruh pegawai, khususnya jajaran P2TL, yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban dan kepatuhan penggunaan tenaga listrik di wilayah Lampung. Menurut Sadli, materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga memperkuat komitmen integritas dan profesionalisme pegawai dalam menjalankan tugas di lapangan.

Kegiatan Safari Ramadhan dan Penghargaan P2TL tersebut dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Semoga melalui kegiatan Safari Ramadhan ini seluruh pegawai PLN senantiasa diberikan kekuatan, keistiqamahan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah pelayanan kelistrikan bagi masyarakat Lampung. Selain itu sinergi antara ulama dan institusi pelayanan publik semakin kokoh, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terus menjadi fondasi dalam membangun sumber daya insani yang smart, innovative, green, efficient, dan resilient (cerdas, inovatif, hijau/ramah lingkungan, efisien, tangguh/berdaya lenting yang mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali ketika menghadapi tantangan, tekanan, atau krisis), serta tata kelola yang baik dan bersih (good and clean corporate governance), profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (Rizkia MP, Rita Zaharah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *