Dr. Agus Hermanto, MHI Dosen UIN Raden Intan Lampung
Agama hijau adalah sebuah perwujudan dari sebuah upaya pemeluk agama untuk dapat peduli terhadap lingkungan. Untuk mewujudkan agama hijau maka ada enam prinsip yang harus dijadikan sebagai pedoman, yaitu;
1. Prinsip Tauhid, manusia harus sadar bahwa alam ini ada sebagai makhluk yang diciptakan oleh sang Khaliq, sang Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Allah berfirman dalam surat al-Hadid ayat 3. “Dialah yang awal dan yang akhir, yang lahir dan yang batin, dan Dia mengetahui segala sesuatu”. Kita harus sadar bahwa kita ada diciptakan oleh Allah, begitu juga alam semesta.
2. Prinsip, Tanda-Tanda Kebesaran Tuhan, dalam pandangan ini kita harus sadar dan senantiasa melihat segala sesuatu ini adalah ciptaan Tuhan dan bentuk kebesaran Tuhan. Ayat (bukti) kebesaran Tuhan baik dalam bentuk ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah. Ketika kita membaca al-Quran, pada saat itu kita sedang membaca kita sedang menelusuri eksistensi keberadaan kita di bumi.
3. Prinsip Khalifah, tugas mulia ini tidak diberikan kepada makhluk Allah kecuali manusia, atas anugrah akal dan pikiran itulah manusia menjadi makhluk yang dinamis, dan layak mengemban amanat sebagai Khalifatullah, menjaga, merawat dan melestarikan alam semesta dengan penuh rahmah.
4. Prinsip Amanah, Allah ciptakan alam semesta ini untuk kebutuhan hidup dan hajat manusia, untuk itu manusia harus berinteraksi, saling mengisi dan saling melengkapi, juga manusia harus sadar bahwa diciptakannya alam semesta ini adalah untuk menyempurnakan tugas manusia sebagai Khalifah.
5. Prinsip Adil, untuk mewujudkan agama hijau, maka manusia harus bersikap adil, kata ini secara sederhana adalah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, sedangkan alam semesta ini tersusun sedemikian bentuk yang indah dan mempesona secara tertib dan semua berjalan sesuai tatanannya. Jika manusia berlaku tidak adil berarti ia dzalim dan khianat terhadap tugas mulianya yaitu sebagai Khalifah.
6. Prinsip Tawazun, menempatkan sesuatu pada tempatnya berarti bentuk keseimbangan yang sedang dibangun oleh hamba. Mengingat bahwa alam semesta memiliki banyak manfaat yang dapat dinikmati oleh manusia, maka memanfaatkan serta menjaganya secara berkelanjutan adalah bagian dari keseimbangan. Agama melalui kitabnya sebagai pedoman bagi umat manusia, termasuk menjaga, dan melestarikan kehidupan ini agar aman, nyaman dan penuh kasih sayang.
Untuk mewujudkan agama peduli terhadap lingkungan, ada tidak hal yang harus dilakukan, yaitu;
Pertama, kenali diri kita dan coba ingat-ingat apakah kita selama ini telah melakukan tindakan positif terhadap alam dan lingkungan.
Kedua, memiliki kawan yang berbeda agama agar kita semakin tahu bahwa tugas Khalifah yang kita emban adalah tugas mulia dan setiap kita memiliki tugas mulia di muka bumi.
Ketiga, untuk mewujudkan agama hijau, maka tidak dapat kita lakukan sendiri, untuk itu kita harus melakukan edukasi kepada sesama kita yaitu mereka yang berada di lingkungan kita dalam hal betapa pentingnya menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan.
