Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. M. Cholil Nafis, Lc., Ph.D. menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan faktor penting dalam menjaga keutuhan bangsa serta membangun kepercayaan publik.
Hal tersebut disampaikannya dalam Ijtima Ulama dan Umara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia MUI Provinsi Lampung pada Senin (8/9/2025).
Menurutnya, sejak zaman klasik para ulama sudah menekankan pentingnya keterpaduan agama dan negara. Ia mengutip pandangan Imam al-Mawardi dalam Kitab al-Ahkam al-Sulthaniyyah bahwa kepemimpinan merupakan kelanjutan dari tugas kenabian, yakni menjaga agama dan mengatur urusan dunia.
“Sementara Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa agama adalah fondasi, sedangkan penguasa adalah penjaga yang memastikan fondasi tersebut tetap kokoh,” katanya dalam kegiatan yang bertema “Revitalisasi Peran Ulama dan Umara dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Kepercayaan Publik” .
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menurutnya memiliki peran penting dalam menjaga moral dan spiritual bangsa. MUI selalu menekankan pentingnya tiga ukhuwah, yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah Insaniyah (persaudaraan sesama manusia).
“MUI memberikan fatwa dan nasihat secara objektif demi kemaslahatan bangsa, bukan kepentingan politik praktis. Sejak Munas VIII MUI tahun 2010, peran ini semakin ditegaskan agar ulama tetap menjadi pembimbing moral umat,” ujarnya.
Terkait revitalisasi peran ulama dan umara, KH. Cholil menekankan bahwa ulama harus kembali pada otoritas moral dan spiritual, sementara umara wajib menegakkan keadilan, menunaikan amanah, menjamin kebebasan beragama, dan mengelola negara untuk kemaslahatan rakyat.
Hal tersebut ditegaskan dalam berbagai forum resmi MUI, termasuk Taushiyah Munas MUI (2005, 2015, dan 2020) serta Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV tahun 2012.
“Ulama dan umara harus saling melengkapi. Ulama memberi bimbingan moral, sementara umara mengambil kebijakan yang maslahat bagi rakyat,” katanya.
Ia menambahkan, keutuhan bangsa hanya bisa terjaga melalui persatuan, ukhuwah, keadilan, dan kesejahteraan. Sementara itu, kepercayaan publik akan lahir apabila ulama konsisten menjaga integritas, dan umara benar-benar menunaikan amanah rakyat dengan penuh kejujuran.
“Dengan persatuan ulama dan umara, bangsa ini akan tetap harmonis, adil, dan sejahtera. Inilah syarat utama menjaga keutuhan bangsa dan meraih kepercayaan publik,” pungkasnya.
Ijtima tersebut dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung Helmy Santika, jajaran Forkopimda, pengurus MUI Provinsi Lampung dan MUI Kabupaten se Provinsi Lampung dan pimpinan ormas. (Muhammad Faizin)
