Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung menggelar Ijtima Ulama dan Umara sebagai upaya memperkuat peran ulama dan pemimpin daerah dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus mengokohkan kepercayaan publik.
Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. H. Muhammad Mukri, menegaskan bahwa sinergi ulama dan umara sangat penting dalam merawat kehidupan berbangsa. Menurutnya, ulama berperan sebagai penjaga moral umat, sementara umara memiliki otoritas untuk menerjemahkan nilai-nilai itu ke dalam kebijakan publik.
“Kebersamaan keduanya akan melahirkan kepemimpinan yang berkeadilan, penuh kasih sayang, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Horizon Bandarlampung pada Senin (8/9/2025).
Prof. Mukri juga menyoroti fenomena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin dan lembaga negara akibat gaya hidup glamor, penyalahgunaan kekuasaan, hingga komunikasi publik yang kurang bijak. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah modal besar dalam membangun bangsa.
“Kuasa tanpa rasa hanya mendatangkan bala. Pemimpin harus rendah hati, sederhana, dan mampu merasakan penderitaan rakyat,” tegasnya.
MUI Lampung mendorong para ulama dan umara untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, serta penguatan nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa ulama dan umara harus berjalan dengan satu hati.
“Jika tidak, pemerintahan akan mandek. Rakyat sudah tidak bisa dibohongi. Mereka tahu mana yang datang karena ada maunya dan mana yang sungguh-sungguh ingin membantu,” katanya.
“Kita tidak bisa membohongi rakyat. Instrumen paling penting yang dapat mengikat semua elemen adalah ulama,” tandasnya.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Pusat KH Cholil Nafis, Kapolda Lampung Helmy Santika, Jajaran Forkopimda, pimpinan ormas, jajaran pengurus MUI Provinsi Lampung, serta perwakilan MUI dari kabupaten dan kota se-Lampung. (Muhammad Faizin)
