Dr. Agus Hermanto, MHI Ketua Masjid Darul Hidayah Kemiling Bandar Lampung
Bersuci dalam bahasa fikih kerap dikenal dengan istilah al-taharah yang berarti membersihkan diri dari hadats dan najas. Hadats adalah suatu hal yang menjadi musabab seseorang harus berwudhu atau mandi besar, sehingga dalam fikih kerap disebut hadats besar dan kecil. Sedangkan najas adalah suatu hal yang menjadi musabab seseorang untuk membasuhnya hingga hilangnya zat najis tersebut dan menjadi suci, dalam konteks fikih najas dibagi menjadi tiga, yaitu nanis berat, sedang dan juga ringan.
Bersuci (thaharah) merupakan hal yang wajib dilakukan sebagai syarat seseorang untuk menunaikan ibadah, seperti ibadah shalat, tidak akan sah seseorang menunaikan ibadah shalat tanpa adanya suci baik dari hadats maupun najas. Dalam bersuci salah satu alat yang dapat digunakan adalah air dan debu jika dalam kondisi darurat. Air merupakan sumber kekayaan alam yang wajib kita jaga dan rawat secara berkelanjutan, memanfaatkan secara berlebihan berarti kita melakukan suatu hal yang mubadzir dan hal itu adalah bentuk tasharuf, agar kita tidak terjebak pada hal tersebut maka seyogyanya kita harus berpikir ekologis sebagai cara yang dapat meminimalisir segala hal yang berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup berkelanjutan.
Air bersih adalah anugrah yang sangat besar bagi umat Islam, bahkan dalam perjalanan sejarah umat Islam selalu berada di wilayah-wilayah yang memiliki sumber mata air banyak sehingga air melimpah dan dapat digunakan untuk bersuci, dan hanya sebagian kecil dari umat Islam yang tinggal di wilayah-wilayah sulit dari sumber mata air. Namun demikian, pemanfaatan air haruslah tetap kita rawat agar kita dan anak cucu kita senantiasa dapat selalu menikmati air bersih. Berpikir ekologis berarti juga berpikir pada sebuah populasi makhluk hidup, bahwa yang membutuhkan air adalah seluruh makhluk hidup, baik dari jenis manusia, hewan dan juga tumbuhan. Secara ilmiah bahwa air yang tercemar tidak baik untuk kehidupan makhluk hidup, karena air yang kita konsumsi adalah kebutuhan tubuh kita dan sumber energi, bahkan dikatakan lebih dari 75 persen tubuh manusia terdiri dari air, dan air yang menyehatkan adalah air bersih dan bukan air tercemar.
Dalam kehidupan ini kita kerap menggunakan bahan-bahan kimia yang berlebihan, tanpa sadar bahwa kita telah melakukan pencemaran baik pada air, dan air pun kemudian akan mengalir hingga ke tanah dan akan menjadikan tanah tidak subur dan dari ketidak suburan tanah akan menjadikan tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan subur, dan jika air tersebut dikonsumsi oleh hewan, maka hewan pun akan tidak sehat dan punah dalam jangka waktu yang akan datang. Ekosistem berjalan sesuai dengan kebutuhan makhluk, ekologi yang merupakan wadah bagi kehidupan akan senantiasa nyaman bagi kehidupan manakala kita sebagai manusia menjaga dan selalu merawatnya, sebaliknya bahwa mengabaikannya adalah pengkhianatan kepada Tuhan, karena manusia ditunjuk sebagai Khalifah di muka bumi ini untuk saling membantu, melengkapi dan menyempurnakan.
Segala kehidupan yang ada di bumi ini tidak akan dapat berjalan sendiri, termasuk manusia, karena disebut manusia ialah makhluk yang membutuhkan orang lain dan tidak dapat hidup sendiri. Untuk itu higdzul bia’ah pada era modern ini haruslah dirawat dan dirumat, sedangkan ulaya yang paling baik adalah memulai dari diri kita sendiri hingga mengingatkan kepada yang lainnya, maka Islam mengajarkan kepada kita untuk berdakwah yang berarti adalah menyeru dan juga mengajak kepada sesamanya untuk menuju ridha Allah, sedangkan merusak adalah perbuatan buruk yang tidak diridhai Allah, sehingga tidak terdapat satu ayat pun yang membolehkan kepada hamba-Nya untuk berbuat kerusakan.
Untuk itu, dalam konteks bersuci, mari kita manfaatkan air bersih semaksimal mungkin agar kita merupakan bagian dari salah satu orang yang berpikir ekologis dan senantiasa berpikir berkelanjutan. Air yang merupakan anugrah dari Allah Ta’ala, mengeksploitasi dalam bentuk apapun tidaklah dianjurkan dalam agama. Mari kita jaga dan rawat lingkungan ini, sumber mata air yang mengalir adalah tanda kehidupan.
