Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur. Lurah Keteguhan, Sayuti, S.IP., menyatakan dukungan penuhnya terhadap program penanaman 23.500 pohon dan pembuatan 23.500 lubang resapan biopori yang akan dilaksanakan di berbagai titik di Kota Bandar Lampung, termasuk di wilayahnya.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi UIN Raden Intan Lampung yang mengusung tema besar “Akselerasi Empat Pilar SDGs: Sosial, Ekonomi, Lingkungan, serta Hukum dan Tata Kelola” untuk memperkuat kesiapan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini juga merupakan hasil sinergi antara UIN RIL dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, sebagai upaya nyata membangun kota yang tangguh dan berkelanjutan.
“Kelurahan Keteguhan siap menjadi bagian dari gerakan ini. Penanaman pohon dan biopori bukan hanya simbolik, tapi langkah strategis menyelamatkan masa depan lingkungan kita. Kami bersama warga akan mendukung penuh program ini,” ujar Lurah Sayuti, S.IP., dengan penuh semangat.
Kegiatan ini diawali dengan penyerahan resmi 18 mahasiswa KKN Kelompok 109 oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rudi Santoso, M.H.I., M.H., kepada pihak Kelurahan Keteguhan pada Senin (14/7/2025). Suasana hangat dan kolaboratif mewarnai acara yang menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, DPL Rudi Santoso menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial dan lingkungan. “Melalui pendekatan partisipatif, kami harap mahasiswa mampu membaur dengan masyarakat dan menggerakkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga bumi kita,” ujarnya.
Program penanaman pohon dan biopori ini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga edukasi lingkungan hidup. Mahasiswa bersama warga akan memberikan penyuluhan tentang manfaat lubang biopori sebagai solusi inovatif mengurangi genangan air, memperbaiki struktur tanah, serta memperkaya cadangan air tanah.
Sejumlah warga Keteguhan menyambut antusias program ini. Menurut mereka, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa semangat baru, tetapi juga solusi konkret yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Kami senang anak-anak muda ini datang membawa program yang menyentuh kebutuhan lingkungan kami,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, kegiatan KKN Terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat implementasi SDGs di tingkat lokal. Langkah konkret seperti ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di tingkat akar rumput.
Acara penyerahan ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Mahasiswa tampak bersemangat memulai pengabdian mereka sebagai agen perubahan, sementara pihak kelurahan menyambut penuh harapan terhadap keberhasilan program yang akan dijalankan selama masa KKN berlangsung. (Rita Zaharah)
