Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Kepolisian Daerah Lampung menggelar acara Do’a Bersama Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 yang berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Mapolda Lampung, Senin sore (30/06/2025).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kepolisian, termasuk Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika SH., S.IK., M.Si., Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan SH., M.Si., MH, Irwasda, dan para Pejabat Utama Polda, serta seluruh unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Gubernur Lampung turut diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H.M. Firsada M.Si., hadir pula Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah SE., MM, Kabinda Lampung Suryono, Ketua FKUB Provinsi Lampung Prof. Dr. KH. Moh. Bahrudin MA, Rektor Itera, dan yang mewakili Unila, UIN Raden Intan, UTB Lampung, USBRJ, UML, dan IBI Darmajaya, tokoh lintas agama, serta Ketua organisasi keagamaan se-Provinsi Lampung.

Acara ini juga diisi dengan sambutan dari Kapolda Lampung dan Ketua FKUB Provinsi Lampung yang sama-sama menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang damai, adil, dan bermartabat.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan Kapolda, dan sambutan Ketua FKUB Lampung. Dilanjutkan dengan do’a lintas agama secara bergantian yang diaminkan oleh masing-masing pemeluknya yang turut hadir. Tokoh lintas agama dari FKUB Lampung yang bertugas memimpin do’a adalah Biksu Johan (pemuka agama Budha), Pinandita Ida Bagus Putu Mambal (pemuka agama Hindu), Pdt. Samuel D. Luas (pemuka agama Kristen), Romo P. Suroyo (Katholik), dan KH. Suryani M.Nur (pemuka agama Islam),

Dalam giliran do’a oleh KH. Suryani M. Nur penuh haru dan ketulusan, memohon kepada Allah SWT agar setiap langkah insan Bhayangkara menjadi amal ibadah, serta dikaruniai kekuatan iman, keadilan, dan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara. Setelah selesai memimpin do’a, Suryani diminta lanjut memberikan tausiyah.
Dalam tausiyahnya, KH. Suryani mengingatkan bahwa Bhayangkara bukan sekadar aparat penegak hukum, namun juga amanah dari Allah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab moral dan spiritual. “Polisi bukan hanya penjaga kota, tapi penjaga nurani bangsa. Jadilah pelindung dan penyejuk dalam melayani rakyat”, ujar beliau dalam bagian tausiyahnya.
Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW dan ayat Al-Qur’an (QS. An-Nisa: 58), beliau menekankan pentingnya menegakkan keadilan dan menyampaikan amanah kepada yang berhak, serta menyerukan agar Polri tidak hanya menjadi lambang kekuasaan, tetapi juga pancaran keimanan dan pelindung bagi rakyat kecil yang lemah.
Hari Bhayangkara, lanjut beliau, bukan sekadar seremoni, melainkan momentum muhasabah (self introspection): sudahkah amanah dijaga dengan sungguh-sungguh, dan sudahkah rasa keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat?
Beliau juga menyerukan pentingnya membangun sinergi antara Polri, TNI, tokoh agama, dan masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah tantangan zaman, sembari menjaga hati yang bersih dan niat yang ikhlas. “Mari kita bangun negeri ini dengan hati yang jernih, karena keamanan bukan hanya urusan senjata, tetapi ketenangan jiwa yang ditopang oleh iman dan takwa,” ungkap Suryani yang juga akademisi Universitas Tulang Bawang Bandar Lampung.
Sebagai penutup, KH. Suryani menyampaikan harapan besar agar Polri semakin profesional, humanis, dan berintegritas dalam menjalankan tugas sebagai pilar kepercayaan rakyat dan bangsa, serta menjadi penjaga moralitas negeri di jalan Allah dan untuk kejayaan Indonesia. Dirgahayu Bhayangkara ke-79: Pelayanan Polri untuk Masyarakat. Semoga selalu dalam ridho dan bimbingan Allah SWT dan dicatat malaikat sebagai pejuang keras yang cerdas dan ikhlas. (Rita Zaharah/Dhea Elvara)
