Lampung Selatan, MUI Lampung Digital
Dalam semangat membumikan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah serta memperkuat kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Lampung Selatan sukses menggelar Diklatama (Pendidikan dan Pelatihan Pertama) pada Jumat–Ahad (20–22 Juni 2025). Kegiatan strategis ini berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien, Sindang Ayu, Kecamatan Candipuro.
Mengangkat tema “Optimalisasi Peran CBP dan KPP dalam Menjawab Tantangan Zaman,” Diklatama menjadi gerbang awal pengkaderan bagi calon anggota Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP). Tujuannya jelas: membentuk kader militan yang berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an, disiplin, dan siap menjawab dinamika zaman dengan semangat juang dan intelektualitas.
Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak akan regenerasi kader muda yang memahami sejarah, ideologi, dan struktur organisasi IPNU-IPPNU. Peserta berasal dari seluruh kecamatan di Lampung Selatan, mayoritas dari lingkungan pesantren, bahkan ada pula yang datang dari luar daerah.
Selama tiga hari, para peserta digembleng dengan materi edukatif dan aplikatif. Mereka belajar tentang:
•Ideologi Ahlussunnah wal Jamaah dan Ke-NU-an,
•Dasar-dasar ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an,
•Struktur dan fungsi CBP-KPP,
•Peraturan Baris-Berbaris (PBB),
•Dasar lalu lintas dan pertolongan pertama,
•Serta aktivitas yang membangun solidaritas, kekompakan, dan kepemimpinan.
Dalam sambutan penutupan, Ketua PC IPNU Lampung Selatan, Tri Wahyudi, menyampaikan harapannya agar para peserta benar-benar menghayati nilai-nilai NU, bukan sekadar hadir secara formal. “Kegiatan seperti ini bukan hanya pelatihan, tapi awal dari perjalanan panjang sebagai kader pejuang. Kita butuh kader yang bangga menjadi NU dan berani tampil di tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Komandan DKW Divisi Diklat, Andika Ari, mengingatkan pentingnya militansi dan loyalitas. “Diklatama bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah gerbang awal menuju pengabdian. Jangan jadi kader bermental kerupuk, tapi jadilah pejuang yang siap membela agama, bangsa, dan NU,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan harapan besar: para kader CBP dan KPP ini akan tumbuh menjadi pelajar yang agamis, loyal, bertanggung jawab, kreatif, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya Diklatama ini, terbit harapan baru-lahirnya generasi pelajar NU yang siap berjuang, berdedikasi, dan terus menyalakan obor keilmuan dan ke-NU-an demi masa depan Indonesia yang lebih beradab. (Rahmat Subagya/Rita Zaharah)
