Dr. Agus Hermanto, M.H.I Sekretaris Prodi AFI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung
Kata Ekofenisme berasal dari dua kata, yaitu eko yang diambil dari kata ekologi yang berarti lingkungan atau tempat tinggal, sedangkan feminisme adalah sebuah kata yang dinisbatkan pada feminis atau penganus paham feminis, sedangkan feminisme sendiri adalah gerakan yang membela hak-hak perempuan. Jika digabungkan dua kata ini menjadi sebuah kata Ekofenisme yaitu gerakan perempuan yang membela hak-hak lingkungan berkelanjutan atau dalam arti lain juga kerap diartikan sebagai gerakan yang tidak menindas lingkungan dengan tidak merusak, tidak mengeksploitasi dan tidak berbuat kedzaliman lainnya.
Bumi dianalogikan sebagai perempuan yang tertindas dan menjadi objek keserakahan dan kesemnaa manusia, padahal alam dan lingkungan butuh untuk dijaga, dirawat, dipelihara secara berkelanjutan. Bumi kerap dianggap objek yang pasif sehingga dirampas hak-haknya oleh orang-orang yang tidak pertanggungjawaban. Gerakan Ekofenisme tidak hanya dilakukan oleh perempuan namun juga oleh laki-laki sebagai mana makna feminisme itu sendiri yaitu gerakan yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Maka dalam konteks ini gerakan ini lebih pada memperjuangkan hak-hak alam dan lingkungan.
Belajar dari hal yang sederhana dilingkungan kita, ketika melihat tanaman kering, hati kita terpanggil untuk menyiram, dan ketika kita melihat sampah di sekitar kita, hati kita terpanggil untuk membersihkannya, ketika kita melihat hewan kecil kelaparan hati kita terpanggil untuk memberikan makanan, hal ini sederhana namun bernilai ibadah dan shadaqah, bahwa shadaqah tidak hanya kepada sesama manusia namun juga dapat dilakukan pada lingkungan kita baik tanaman dan hewan.
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai khalifah yang adil dan amanah seharusnya berbuat keadilan dengan tangannya dan bukan justru dengan tangannya ia merusak, telingga kerap mendengar jeritan kucingengaung kelaparan ataupun ayam dan burung serta kambing kelaparan sedangkan kita mendengarkan maka kewajiban bagi kita adalah menolongnya. Sederhana tidah mudah dilakukan oleh seseorang meskipun ia beriman, jika hatinya tidak memiliki sifat rahmah cinta dan kasih sayang.
