Pesawaran-MUI Lampung Digital
Kegiatan Halal Bihalal, Santunan, dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Provinsi Lampung berlangsung khidmat di Auditorium Museum Nasional Ketransmigrasian, Gedong Tataan-Pesawaran pada Sabtu (11/4/2026). Acara ini resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Lampung, Dr. Drs. M. Firsada, M.Si. mewakili Gubernur Lampung.
Dalam laporan sekaligus sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. KH. Andi Warisno, MM.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta merumuskan program kerja PATRI ke depan. Andi Warisno yang juga sebagai Ketua Harian DPD PATRI Provinsi Lampung menegaskan bahwa Rakerda tidak hanya menjadi forum silaturahmi melalui Halal Bihalal, tetapi juga wadah penting dalam menyusun langkah konkret organisasi. “Kegiatan ini kita desain sebagai ruang konsolidasi yang produktif, untuk mempererat ukhuwah sekaligus menyusun program kerja yang aplikatif dan terukur, guna mendorong pemberdayaan anak transmigran di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Warisno yang juga Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung dan juga Rektor Universitas Wira Buana, Metro, menambahkan bahwa fokus utama kegiatan ini meliputi penguatan struktur organisasi, penataan administrasi berbasis digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan kaderisasi. Selain itu, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder juga menjadi bagian penting dalam agenda strategis PATRI.

Sementara itu, Ketua Umum DPD PATRI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag. dalam sambutan Penutupan Acara, menekankan pentingnya penguatan bidang organisasi dan kelembagaan sebagai fondasi utama keberlangsungan PATRI.
Berdasarkan hasil rumusan Komisi A Bidang Organisasi dan Kelembagaan, terdapat sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian, antara lain belum optimalnya konsolidasi antara DPD dan DPC, serta masih lemahnya sistem administrasi dan komunikasi internal organisasi.
Prof. Moh. Mukri yang juga Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, dan Ketua PBNU tersebut menegaskan arah kebijakan organisasi ke depan, yakni: Penguatan struktur organisasi hingga tingkat DPC secara periodik perlunya dibentuk sampai tingkat ranting (Kecamatan), perlunya penataan dan standarisasi administrasi organisasi, pentingnya peningkatan kapasitas SDM pengurus melalui pelatihan dan kaderisasi, perlunya optimalisasi sistem koordinasi dan komunikasi organisasi, serta penguatan legalitas dan identitas kelembagaan.
Lebih lanjut Prof. Mukri yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar tersebut menjelaskan bahwa selain itu, program kerja prioritas yang akan dijalankan meliputi digitalisasi database anggota, pelatihan manajemen organisasi, serta penguatan hubungan kelembagaan dengan pemerintah dan mitra. “Bidang organisasi dan kelembagaan adalah tulang punggung PATRI. Dengan komitmen bersama seluruh pengurus, kita optimis program kerja yang dirancang dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Suryani, Rita Zaharah)
