Lampung Tengah – MUI Lampung Digital
Semangat merawat jejak perjuangan Nahdlatul Ulama kembali diteguhkan di Lampung Tengah. Pada Sabtu siang, 7 Februari 2026, jajaran pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Lampung Tengah melakukan audiensi dengan Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Tengah, KH. Ngasifudin, M.Pd.I, di Gedung PCNU Lampung Tengah. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Audiensi ini bukan sekadar silaturahmi organisasi, melainkan langkah strategis dalam merumuskan arah gerak intelektual NU ke depan. LTN NU sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang literasi, publikasi, dan dokumentasi sejarah, hadir membawa gagasan besar tentang pentingnya menata kembali memori kolektif perjuangan NU di daerah.
Ketua LTN NU Lampung Tengah, A.S. Kurniawan, dalam pemaparannya menyampaikan tindak lanjut program kerja lembaga, khususnya agenda penyusunan sejarah NU di Lampung Tengah. Ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang secara sistematis, mencakup rencana jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Sebagai langkah awal, LTN NU akan memulai dengan penulisan biografi para Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah dari masa ke masa. Dokumentasi ini akan merentang dari era Orde Baru hingga masa Reformasi dan periode kepemimpinan hari ini. Menurutnya, penulisan biografi tersebut menjadi tahap pertama dalam upaya besar menyusun sejarah NU Lampung Tengah secara utuh dan berkesinambungan.
Gagasan ini disambut positif oleh Ketua PCNU Lampung Tengah, KH. Ngasifudin, M.Pd.I. Ia menegaskan bahwa penyusunan sejarah dan biografi para tokoh NU merupakan langkah penting agar generasi penerus tidak tercerabut dari akar perjuangan para pendahulunya.
“Penyusunan biografi tokoh NU sangat penting agar generasi penerus tidak melupakan jejak perjuangan para pendahulu. Sejarah harus ditulis dengan baik, berurutan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
KH. Ngasifudin juga menekankan bahwa karya sejarah yang disusun hendaknya memenuhi prinsip faktual, objektif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, hasilnya tidak hanya menjadi dokumentasi internal organisasi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai rujukan yang otentik dan ilmiah.
“Kami berharap agar proses penulisan dilakukan secara faktual, objektif, dan bertanggung jawab, sehingga hasil karya tersebut dapat menjadi rujukan yang otentik, ilmiah, serta mampu memberikan inspirasi bagi perjalanan dan penguatan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lampung Tengah pada masa yang akan datang,” tegasnya.
Lebih dari sekadar proyek penulisan, inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak penguatan identitas organisasi. Melalui dokumentasi yang sistematis, NU Lampung Tengah tidak hanya merawat memori kolektifnya, tetapi juga menyiapkan fondasi intelektual bagi generasi mendatang dalam melanjutkan khidmat dan perjuangan.
Audiensi tersebut menandai keseriusan LTN NU Lampung Tengah dalam menghadirkan tradisi literasi yang kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan sinergi antara kepengurusan dan lembaga, harapannya sejarah NU di Lampung Tengah dapat tersusun rapi, menjadi sumber inspirasi, sekaligus pijakan kokoh untuk melangkah ke masa depan. (M. Nasucha Abisyakur/Sampe Winandi/Rita Zaharah)
