Lampung Utara – MUI Lampung Digital
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Utara Periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Pusiban Agung, Rabu (11/01/2026). Momentum ini menjadi tonggak baru bagi perjalanan MUI di Bumi Ragem Tunas Lampung, sekaligus penegasan komitmen ulama dalam mengawal kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Suasana Gedung Pusiban Agung tampak penuh khidmat dan semarak. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Utara, Dr. KH. Syamsul Hilal, M.Ag Ketua MUI Provinsi Lampung, Ketua dan segenap Pengurus MUI Kabupaten Lampung Utara Periode 2026–2031, serta para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap peran strategis MUI sebagai mitra pemerintah dan pembimbing umat.
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua MUI Provinsi Lampung, Dr. KH. Syamsul Hilal, M.Ag, kepada Ketua MUI Lampung Utara terpilih, Drs. KH. M. Noerullah Qomaruddin AS, MH, beserta jajaran kepengurusan. Dengan penuh khidmat, ikrar pengurus dibacakan sebagai wujud komitmen untuk menjalankan amanah organisasi dengan integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab demi kemaslahatan umat.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si menyampaikan bahwa Lampung Utara merupakan daerah yang memiliki keberagaman yang sangat kaya. Masyarakatnya hidup berdampingan dalam perbedaan suku, adat istiadat, budaya, dan agama. Keberagaman tersebut, menurutnya, adalah anugerah besar yang patut disyukuri bersama.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa keberagaman juga memerlukan kebijaksanaan dan kepemimpinan moral dalam mengelolanya agar tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Di sinilah peran strategis MUI sangat dibutuhkan sebagai penuntun umat dalam menjaga harmoni, memperkuat toleransi, serta merawat nilai-nilai kebangsaan dan keislaman secara seimbang. Ia berharap MUI Lampung Utara dapat menjadi mitra yang kritis namun tetap konstruktif bagi pemerintah daerah. Terlebih saat ini Pemerintah Kabupaten Lampung Utara tengah menggulirkan Program Sholat Subuh Berjamaah sebagai gerakan spiritual dan sosial, sehingga MUI diharapkan mengambil peran aktif dalam menggerakkan, membina, dan mengawal program tersebut agar tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan benar-benar membentuk karakter religius masyarakat dan memperkuat fondasi moral pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Lampung, Dr. KH. Syamsul Hilal, M.Ag, menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si. Ia menilai program Sholat Berjamaah yang digalakkan pemerintah daerah merupakan langkah visioner yang patut diapresiasi.
“Kalau pemimpinnya sudah menjadi pelopor dalam menegakkan sholat berjamaah, InsyaAllah daerahnya akan sejahtera. Ketika pemimpin dekat dengan masjid, dekat dengan Allah, maka keberkahan akan turun, ekonomi akan bergerak, dan masyarakat akan merasakan dampaknya,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Menurut Dr. KH. Syamsul Hilal, sinergi antara ulama dan umara merupakan fondasi penting dalam membangun daerah. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara diharapkan terus menjalin kerja sama yang kuat dan berkelanjutan dengan MUI, sehingga kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga spiritual dan moral.
Ia juga menegaskan bahwa MUI memiliki peran sebagai perekat persatuan, penjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Dalam konteks Lampung Utara, MUI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan, mencegah potensi konflik, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai keislaman yang moderat.
Ketua Umum MUI Lampung Utara, Drs. KH. M. Noerullah Qomaruddin AS, MH, dalam sambutannya menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program pemerintah daerah, khususnya gerakan Sholat Berjamaah. Ia menegaskan bahwa kekuatan spiritual adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi umat sebagai agenda prioritas MUI ke depan. Menurutnya, dakwah tidak hanya berbicara soal ibadah ritual, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan. “Tanpa kemandirian ekonomi, umat akan sulit berdiri tegak. Karena itu, MUI harus hadir mendorong peningkatan ekonomi umat,” tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi peran penting ulama dalam membangun keimanan sekaligus memberdayakan masyarakat. Ulama, katanya, tidak boleh hanya berada di mimbar, tetapi juga harus terlibat aktif dalam program pemberdayaan, edukasi zakat, dan penguatan lembaga ekonomi syariah.
Dalam konteks tersebut, MUI Lampung Utara berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan zakat dan mengoptimalkan pengelolaannya demi kesejahteraan umat. Potensi zakat yang besar, jika dikelola secara profesional dan transparan, diyakini mampu menjadi instrumen pengentasan kemiskinan dan penggerak ekonomi masyarakat kecil.
“MUI harus benar-benar berperan untuk umat. Kita tingkatkan kesadaran berzakat, kita dorong ekonomi berbasis syariah, kita bangun kemandirian. Ini adalah bagian dari jihad sosial kita,” ujar KH. Noerullah dengan penuh semangat.
Suasana semakin hangat dengan semangat kebersamaan yang terbangun di antara para hadirin. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus diemban bersama. Dengan semangat “Sodiqul Ummah”, MUI Lampung Utara diharapkan menjadi mitra terpercaya umat, menghadirkan keteladanan, serta menjadi pilar kokoh dalam mewujudkan Lampung Utara yang religius, maju, aman, dan sejahtera. (Rita Zaharah)
