Dr. Agus Hermanto, MHI Dosen UIN Raden Intan Lampung
Alam semesta diciptakan Tuhan bukan tanpa keinginan, melainkan atas Iradah Tuhan. Jika Tuhan berkehendak, maka cukup dengan kata “jadilah” maka akan jadi, bagi Tuhan tiada suatu yang mustahil, segala sifat kesempurnaan adalah milik Tuhan, yang tiada batas logika akal manusia, jika kita melihat canggihnya teknologi saat ini, itu adalah bagian ilmu Tuhan yang dititipkan pada hamba-Nya. Tidak layak manusia sombong, jika semua hanyalah titipan, Dia yang awal dari sebelum semuanya ada, dan akan selalu ada setelah semua tiada, bagi Tuhan, segala ciptaannya memiliki potensi sesuai kapasitas yang dimilikinya.
Manusia yang memiliki kapasitas berbeda dengan hewan, bahkan jin dan malaikat, terlebih hewan dan tumbuhan, tapi manusia tidak anugrah kan keistimewaan itu untuk sombong, melainkan untuk mengabdi kepada-Nya, amanat yang disematkan di pundaknya adalah bagian dari anugrah juga amanat yang harus dijadi, melalaikan atas tugas dan amanah itu adalah bentuk pengkhianatan, meskipun bagi Tuhan, taat dan tidaknya manusia tidaklah menguntungkan bagi-Nya. Allah ciptakan segala yang hidup dan mati di alam raya ini untuk menyempurnakan tugas manusia, agar ia berbuat adil, amanah dan seimbang. Segala anugrah Tuhan yang ada di alam semesta itu, khususnya di planet bumi, bukan sekedar apa adanya, melainkan ada intrinsik pada masing-masing tersebut untuk saling membutuhkan, melengkapi dan menyempurnakan.
Interaksi antar sesama makhluk Tuhan bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan, melainkan hal lazim yang harus dijalankan sebagai bentuk etika, bukan punya sekedar etika sosial, melainkan juga secara spiritual, karena agama mengajarkan kepada orang yang beriman bahwa setiap kebaikan akan bernilai pahala dan menjadi amal soleh yang kembali pada pelakunya, sedikit dan banyaknya sesuai kadar yang dilakukannya. Islam mengajarkan bahwa menanam pohon juga kebaikan, merusaknya adalah keburukan dan ancaman Tuhan. Menjaga kebersihan juga kebaikan, sedangkan pencemaran adalah larangan, peduli terhadap hewan dan tumbuhan adalah potensi mulia yang akan menghantarkan manusia menuju jalan yang diridhaiNya.
