Jangan Membenci Berlebihan

Jangan Membenci Berlebihan

Share :

Dr. Agus Hermanto, MHI Dosen UIN Raden Intan Lampung

Benci adalah sikap enggan untuk menganggap orang lain baik, atau dalam bahasa lain juga kerap kali diartikan bahwa orang yang memiliki perasaan buruk (prasangka buruk) kepada orang lain hingga terimplementasikan pada sebuah ucapan bahakan tindakan, padahal Islam tidak mengajarkan kepada kita sikap buruk sedikitpun, bahkan diajarkan dalam agama barang siapa yang melakukan kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga sebaliknya orang yang melakukan keburukan akan senantiasa dibalas dengan keburukan.

Berprasangka buruk adalah sikap paling buruk dalam agama, karena dengan embrio ini akan memantik seluruh pikiran dan aliran darah untuk mengimplementasikan sikap buruk terhadap orang yang dibencinya. Dalam sebuah nasehat dikatakan “janganlah engkau berprasangka buruk kepada orang lain, karena setiap orang memiliki kelebihan” betapa tidak, setiap orang memiliki intrinsik (potensi) untuk melakukan banyak hal sesuai apa yang ia pikirkan, atau kerap dikatakan “setiap kepala memiliki ide” sehingga tidak lazim seseorang memiliki buruk prasangka kepada orang lain.

Kalimat atau tindakan kerap kali terekam pada diri seseorang yang tersakiti, meskipun yang menyakiti telah lupa, seperti paku yang Telah tertanam pada tembok, ketika dicabut akan menyisakan luka. Dari luka itu akan terpendam hingga sulit terobati. Terlebih pada saat ini, dunia digital yang begitu canggih yang akan dapat melacak jejak digital setiap orang, bisa jadi ucapan kita buruk dilacak algoritma dan terkuak kembali. Dari sinilah setiap kita harus mawas diri, jaga sikap dan perilaku kita agar kita senantiasa menjadi hamba yang bermanfaat. Manfaat secara luas membawa misi Rasul Muhammad yaitu rahmatan lil’alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *