Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw di Masjid Darul Hidayah, Sumberejo, Kemiling, Bandar Lampung berlangsung khidmat dan penuh makna. Jum’at (16/01/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari syiar Islam dan peringatan peristiwa besar dalam sejarah kenabian, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun masjid yang ramah anak serta memperkuat integrasi jamaah lintas usia dan gender. Masjid Darul Hidayah tampil sebagai ruang ibadah yang terbuka, inklusif, dan bersahabat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Antusiasme jamaah terlihat sejak awal acara. Masjid dipenuhi oleh jamaah laki-laki dan perempuan, anak-anak, serta perwakilan aparat pemerintah setempat. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut memperkuat nuansa kebersamaan antara masyarakat dan aparatur negara. Momentum Isra Mi’raj dijadikan ruang silaturahmi yang mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kehidupan umat.
Konsep masjid ramah anak menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Pengurus Masjid Darul Hidayah berangkat dari keprihatinan atas minimnya keterlibatan generasi muda usia 15 hingga 25 tahun dalam aktivitas masjid. Kondisi tersebut mendorong pengurus untuk bergerak cepat merancang program yang mampu menarik minat anak-anak dan remaja agar kembali mencintai masjid sebagai ruang belajar, beribadah, dan bertumbuh.
Sebagai langkah nyata, pengurus masjid menyelenggarakan berbagai lomba keagamaan seperti lomba adzan, hafalan surat-surat pendek, dan tilawah Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menggali potensi keagamaan anak-anak, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mengumpulkan mereka agar terbiasa hadir dan berinteraksi di lingkungan masjid. Melalui pendekatan yang persuasif dan menyenangkan, masjid dihadirkan sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Program pembinaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberian kepercayaan kepada anak-anak yang memiliki potensi. Mereka dibina secara berkelanjutan dan dilibatkan langsung dalam kegiatan-kegiatan masjid. Anak-anak disiapkan menjadi muadzin, qari, hingga pembawa acara pada peringatan hari besar Islam. Pendekatan ini terbukti mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta menanamkan rasa memiliki terhadap masjid sejak dini.
Pada peringatan Isra Mi’raj kali ini, hasil pembinaan tersebut tampak jelas. Pembawa acara dipercayakan kepada Ghibran Al-Ghazaly, generasi muda yang tampil komunikatif dan penuh percaya diri. Sementara itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan dengan indah oleh Zayyan Muhabb Randa sebagai qari, menghadirkan suasana khusyuk dan menyentuh hati jamaah.
Keterlibatan Ghibran Al-Ghazaly dan Zayyan Muhabb Randa menjadi simbol keberhasilan Masjid Darul Hidayah dalam menyiapkan generasi penerus masjid. Kehadiran mereka tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak dan remaja lainnya untuk berani tampil dan berperan aktif dalam kegiatan keagamaan. Melalui momentum Isra Mi’raj ini, Masjid Darul Hidayah menegaskan komitmennya menjadikan masjid sebagai rumah bersama yang ramah anak, berorientasi pada pembinaan, dan berkelanjutan bagi masa depan umat. (Rls/Rita Zaharah)
