Ketum MUI Lampung: Tukang Provokasi Tandanya Nyantri Tak Lama

Ketum MUI Lampung: Tukang Provokasi Tandanya Nyantri Tak Lama

Share :

Lampung Utara – MUI Lampung Digital

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof. KH. Moh. Mukri, menegaskan bahwa pengurus MUI di semua tingkatan tidak boleh menjadi pihak yang memprovokasi keburukan.

Menurutnya, sikap gemar memprovokasi justru menunjukkan dangkalnya proses pembentukan akhlak dan keilmuan seseorang.

“Tukang provokasi itu tandanya nyantrinya tidak lama. Santri sejati dilatih untuk menebarkan keteduhan, bukan memanaskan suasana,” tegas Prof. Mukri dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX MUI Kabupaten Lampung Utara, Rabu (25/12/2025).

Ia menekankan bahwa peran utama MUI adalah mendukung dan menyuburkan setiap tindakan baik di tengah masyarakat. MUI, lanjutnya, harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan masukan secara santun, konstruktif, dan beretika, bukan dengan cara mencela atau memperkeruh keadaan.

“Pengurus MUI harus ramah dan santun. Tugas kita adalah menjaga persatuan umat dan membantu pemerintah dengan nasihat yang baik, demi terciptanya daerah yang nyaman, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mukri mengutip QS Ali ‘Imran ayat 159 yang artinya: “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

Ia menegaskan pentingnya sikap lemah lembut, musyawarah, dan tawakal dalam memimpin umat. Ayat tersebut menjadi landasan moral agar para pengurus MUI menjadikan kelembutan, pemaafan, dan dialog sebagai jalan utama dalam menjalankan amanah keulamaan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Lampung Utara, KH. M. Noerulloh Qomaruddin AS, mengajak seluruh elemen untuk menyatukan langkah dan memperkuat himayah (perlindungan dan penguatan) umat di berbagai sektor strategis. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penguatan ekonomi umat sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita satukan langkah, menguatkan himayah di berbagai sektor, khususnya ekonomi umat, agar kesejahteraan masyarakat Lampung Utara benar-benar terwujud,” ujarnya.

Musyawarah Daerah MUI ke-IX Kabupaten Lampung Utara digelar di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampung Utara, dengan mengusung tema “Revitalisasi Peran MUI Lampung Utara dan Pemerintah dalam Mewujudkan Masyarakat Religius dan Berakhlak Mulia.”

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Utara Romli serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara H. Totong Sunardi, bersama jajaran pengurus MUI dan tokoh-tokoh agama setempat. (Muhammad Faizin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *