7th Anniversary LDC dan Dharmawijaya Competition 2025 Hadirkan Semangat Baru Are arena Logika Mahasiswa Fakultas Syariah

7th Anniversary LDC dan Dharmawijaya Competition 2025 Hadirkan Semangat Baru Are arena Logika Mahasiswa Fakultas Syariah

Share :

Bandar Lampung, MUI Lampung Digital

Gelaran 7th Anniversary Law Debate Community (LDC) dan Dharmawijaya Competition 2025 Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung berlangsung meriah dan penuh energi intelektual, Sabtu (22/11/2025) di GSG Fakultas Syariah setempat. Mengusung tema “Arena Logika: Saat Suara Muda Beradu Argumentasi, Ditempa Nalar Kritis, dan Menguatkan Martabat Intelektual,” acara ini kembali menegaskan komitmen LDC sebagai ruang lahirnya generasi kritis, analitis, dan berprestasi.

Muhammad Aditiya selaku Ketua Pelaksana Gelaran 7th Anniversary Law Debate Community (LDC) dan Dharmawijaya Competition 2025 menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dewan juri dan panitia yang bekerja totalitas demi terselenggaranya kompetisi tahun ini. Ia menegaskan bahwa berbagai lomba yang dihadirkan bukan sekadar ajang menang kalah, melainkan sarana yang melatih kapasitas mahasiswa untuk berpikir kreatif, tajam, dan kritis di tengah dinamika ilmu hukum. “Lomba ini bukan hanya acara tahunan, tetapi ruang belajar yang sesungguhnya,” ujar Aditiya.

Sementara itu, Muhammad Irvan HK, Ketua Umum Law Debate Community (LDC) LDC Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, menyoroti perkembangan pesat komunitas debat ini. Menurutnya, LDC bukan lagi hanya unit kegiatan mahasiswa fakultas, tetapi sudah menjadi wadah yang menorehkan prestasi di kancah nasional. “Perjalanan kami tidak mudah. Namun dengan totalitas dan semangat belajar, LDC terus berkembang dan menunjukkan identitasnya. Semoga peserta hari ini berkompetisi secara sportif dan tetap menjadikan kuliah sebagai prioritas, sementara LDC adalah ladang totalitas,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut Dr. Abdul Qodir Zaelani, M.A selaku Pembina LDC menyampaikan bahwa selama tujuh tahun mendampingi komunitas ini, banyak proses yang memberi pengalaman berharga, baik bagi pembina maupun para kader. Ia melihat LDC terus berkembang melalui pelatihan, pendampingan, dan berbagai tantangan yang berhasil dilewati bersama.

Beliau menyampaikan rasa bangga atas pencapaian kader LDC yang berhasil masuk 16 besar Pekan Hukum Progresif UNDIP. Prestasi ini menjadi lebih istimewa karena LDC merupakan satu-satunya perwakilan dari PTKIN se-Indonesia yang lolos pada kompetisi tersebut. Mahasiswa juga mendapat kesempatan berkompetisi dengan universitas besar seperti UNDIP, UNPAD, UGM, dan UI, yang menjadi pengalaman penting bagi penguatan wawasan akademik.

Menurut beliau, keberhasilan tersebut lahir dari ketekunan dan semangat juang mahasiswa. Ia berharap semangat ini terus dijaga dan menjadi dorongan untuk meraih prestasi lebih tinggi. Di akhir sambutan, beliau menegaskan bahwa capaian LDC tidak terlepas dari dukungan fakultas serta semua pihak yang selama ini peduli terhadap perkembangan komunitas debat di Fakultas Syariah.

Prof. Dr. Hj. Nur Nazli, SH., MH, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya 7th Anniversary Law Debate Community dan Dharmawijaya Competition 2025. Beliau menegaskan bahwa keberadaan LDC bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan bagian dari proses panjang Fakultas Syariah dalam menumbuhkan budaya intelektual, tradisi nalar kritis, serta kemampuan argumentatif di kalangan mahasiswa.

Beliau menjelaskan bahwa embrio atau cikal bakal LDC sesungguhnya telah hadir jauh sebelum komunitas tersebut diformalkan. Pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Alamsyah, M.Ag ketika menjadi Dekan Fakultas Syariah, FS telah mulai merintis upaya untuk mendorong mahasiswa agar tampil di berbagai kompetisi tingkat nasional, demi menguatkan reputasi akademik Fakultas Syariah di kancah yang lebih luas. Langkah-langkah awal tersebut kemudian berkembang hingga akhirnya menemukan bentuk yang lebih terstruktur ketika Dr. Abdul Qodir Zaelani, M.A membentuk Law Debate Community secara resmi.

Beliau menegaskan bahwa hingga hari ini, LDC telah menunjukkan eksistensi yang sangat membanggakan melalui capaian prestasi yang konsisten, khususnya di tingkat nasional. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi LDC, tetapi juga kontribusi nyata bagi Fakultas Syariah dalam memperkuat identitas akademiknya di lingkungan UIN Raden Intan Lampung dan di tingkat nasional.

Lebih lanjut, Prof. Nur Nazli menekankan bahwa kegiatan debat harus dikelola secara terorganisir agar mampu menjadi wadah pembinaan yang efektif. Meskipun LDC tidak memiliki alokasi anggaran tetap, beliau mengapresiasi semangat para anggota yang tetap mampu menjaga keberlangsungan kegiatan dengan penuh dedikasi. Beliau menyebut hal tersebut sebagai bukti bahwa komitmen intelektual dapat tumbuh bukan semata karena fasilitas, melainkan karena tekad dan kemauan belajar yang kuat.

Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh anggota LDC serta mahasiswa Fakultas Syariah untuk terus berkiprah, memperkuat semangat berkompetisi, dan membawa nama fakultas ke tingkat yang lebih tinggi melalui prestasi dan kontribusi ilmiah. Beliau berharap LDC dapat terus menjadi ruang tumbuhnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian akademik terhadap perkembangan hukum dan masyarakat.

Puncak acara semakin meriah dengan rangkaian kompetisi yang digelar: Debat Internal, Lomba Karya Tulis Ilmiah, serta Lomba Desain Poster Hukum. Pada lomba KTI, hadir salah satu juri yakni Dr. Ahmad Fauzan, MH, sementara lomba desain poster dinilai oleh Rudi Santoso, MHI., M.H, keduanya Dosen Fakultas Syariah yang kehadirannya sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas mahasiswa.

Acara hari ini juga menjadi babak penentuan para finalis dari seluruh cabang lomba, di mana peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam argumentasi, penulisan ilmiah, hingga desain kreatif bertema hukum. Suasana kompetisi berlangsung ketat namun penuh sportivitas sebuah gambaran jelas bahwa mahasiswa Fakultas Syariah siap bersaing di ranah akademik yang lebih luas.

Puncak kemeriahan ditandai dengan potong tumpeng, simbol rasa syukur atas perjalanan panjang LDC selama tujuh tahun. Perayaan 7th Anniversary LDC ini menjadi bukti bahwa suara muda, ketika diberi panggung, mampu menghadirkan gagasan yang kuat dan mendorong peradaban intelektual yang lebih maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *