Ngopi Kerukunan Kanwil Kemenag Lampung: Tokoh Agama dan Akademisi Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Ngopi Kerukunan Kanwil Kemenag Lampung: Tokoh Agama dan Akademisi Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Share :

Bandar Lampung, MUI Lampung Digital

Dalam rangka melaksanakan salah satu Program Prioritas Kementerian Agama, yaitu Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan “Ngopi Kerukunan” di Aula Sai Batin Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Konten Damai, Komentar Bijak: Peran Penggiat Kerukunan dan Masyarakat Lintas Agama dalam Merawat Harmoni di Media Sosial” dan menghadirkan dua narasumber utama, Prof. Dr. KH. Moh. Bahrudin, M.A. (Ketua FKUB Provinsi Lampung), dan Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H. (Pemimpin Perusahaan Surat Kabar Harian Lampung Post). Bertindak selaku Moderator Hj. Alifah, M.Kom.I.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Drs. H. Marwansyah, menegaskan bahwa Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) Kerukunan merupakan wadah diskusi terbuka bagi tokoh agama, akademisi, dan praktisi media untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. “Forum ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat kolaborasi lintas agama. Kita ingin agar media sosial menjadi sarana menebar kedamaian, bukan tempat menyebar kebencian,” ujar Marwansyah.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Suryani M. Nur, Wakil Direktur Binmas Polda Lampung AKBP A. Rahman Napitupulu, Ketua FKUB Kota Bandar Lampung H. Purna Irawan, M.Ag., Ketua Perwakilan BWI Lampung yang diwakili oleh Arif Rahman, M.Kom.I., Ketua PGI Wilayah Lampung, Ketua PHDI Lampung, Ketua WALUBI Lampung, juga Perwakilan dari Keuskupan Tanjung Karang.

Dalam paparan utamanya, Prof. Bahrudin menekankan pentingnya peran pemuka agama sebagai panutan moral dalam masyarakat Indonesia yang religius dan paternalistik. “Pemuka agama adalah agent of social change (penggerak perubahan sosial) yang harus mampu menjadi teladan, motivator, sekaligus dinamisator harmoni sosial,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dalam menciptakan kesejukan di ruang digital. “Satu komentar bijak di media sosial bisa mencegah ribuan potensi konflik. Karena itu, mari kita rawat kedamaian bukan hanya di rumah ibadah, tapi juga di dunia maya,” tegas Prof. Bahrudin.

Sementara itu, Dr. Iskandar Zulkarnain mengulas aspek hukum dan etika bermedsos berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Jo Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia menjelaskan bahwa bermedia sosial harus berpijak pada asas kepastian hukum, iktikad baik, kehati-hatian, kebebasan memilih teknologi, dan kemanfaatan bagi kesejahteraan. “Media sosial tidak bebas nilai. Pengguna harus bertanggung jawab secara moral dan hukum atas apa yang disebarkan. Bijak bermedsos adalah bagian dari ibadah sosial,” ujar tokoh Lampung yang juga Ketua BAZNAS Lampung tersebut.

Peserta yang hadir sangat antusias dan menyambut positif kegiatan ini karena membuka wawasan tentang cara berinteraksi di media sosial secara santun, dan paham bagaimana menyebarkan konten damai dan menghindari ujaran kebencian.

Dalam closing statement nya, Prof. Bahrudin, menyampaikan bahwa “kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan, tapi harus dirawat setiap hari, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Mari kita jadikan media sosial sebagai ladang dakwah yang menyejukkan”, pungkasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) Kerukunan ini, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung berharap semangat moderasi beragama, toleransi, dan literasi digital damai semakin tumbuh di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, untuk menciptakan ruang sosial yang harmonis, beretika, dan berkeadaban. (Suryani, Putri Nabila, Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *