Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Ijtima Ulama dan Umara Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Horison pada Selasa (9/9/2025) menghasilkan sembilan rekomendasi penting yang menekankan perlunya hubungan konstruktif dan berkesinambungan antara ulama dan umara.
Rekomendasi ini dibacakan langsung oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi Lampung, H. Mansyur Hidayat.
Dalam rekomendasi tersebut ditegaskan bahwa Ijtima Ulama dan Umara menjadi momentum strategis untuk menjaga keutuhan bangsa, merevitalisasi peran ulama dan umara, sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
“Kesembilan poin yang dihasilkan merupakan komitmen bersama demi kemaslahatan umat dan bangsa,” ujarnya pada kegiatan yang juga diikuti oleh para tokoh Islam di Lampung dari unsur MUI dan Ormas Islam.
Kegiatan Ijtima Ulama Umara tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Pusat KH Cholil Nafis, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Kapolda Lampung Helmy Santika. Para tokoh tersebut memaparkan materi penguatan hubungan ulama dan umara untuk kemaslahatan umat.
Sementara Ketua Umum MUI Lampung Prof Muhammad Mukri berharap sinergi ulama dan umara dapat semakin kokoh dalam membangun bangsa, memperkuat persatuan, serta menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan zaman.
Adapun sembilan rekomendasi Ijtima Ulama dan Umara Provinsi Lampung adalah sebagai berikut:
1. Mendorong hubungan yang lebih erat, konstruktif, dan berkesinambungan antara ulama dan umara dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan demi kemaslahatan umat dan bangsa.
2. Mengokohkan peran ulama sebagai penjaga moral, pemberi pencerahan, dan pengawal akhlak masyarakat agar senantiasa berpegang pada nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
3. Menekankan pentingnya kepemimpinan yang amanah, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
4. Menguatkan komitmen kebangsaan, mencegah segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak persatuan dan persaudaraan.
5. Mendorong ulama dan dai menyampaikan dakwah dengan pendekatan moderasi beragama yang meneduhkan, inklusif, dan relevan dengan dinamika masyarakat.
6. Mengembangkan program pendidikan berbasis nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan kebijaksanaan lokal, termasuk literasi digital untuk membentengi masyarakat dari hoaks dan fitnah.
7. Mendorong sinergi ulama dan umara dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM, zakat, infak, wakaf, ekonomi syariah, serta pengelolaan sumber daya halal.
8. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan.
9. Menguatkan komitmen bersama bahwa ulama dan umara harus tampil sebagai teladan, menjaga integritas, serta mengutamakan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.
