PBAK Fakultas Syariah Ditutup dengan Istighosah dan Doa Bersama

PBAK Fakultas Syariah Ditutup dengan Istighosah dan Doa Bersama

Share :

Bandar Lampung, MUI Lampung Digital

Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menutup rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025 dengan suasana penuh kekhusyukan melalui Istighosah dan Doa Bersama, Kamis (28/08/2025) di GSG setempat. Acara yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2025 ini mengusung tema “Merajut Cinta, Merawat Semesta, Membangun Generasi Emas Berjiwa Ekoteologis.”

Sejak awal kegiatan, ratusan mahasiswa baru Fakultas Syariah mengikuti setiap agenda dengan penuh semangat. Puncak penutupan dengan istighosah dan doa bersama menjadi momen yang sarat makna, di mana para mahasiswa, dosen, serta pimpinan fakultas bersatu dalam lantunan doa, memohon kepada Allah SWT agar perjalanan akademik mereka senantiasa diberkahi dan diberi kemudahan.

Istighosah dipimpin oleh Ustaz Ahmad Sukandi, M.H.I., yang mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengagungkan asma Allah SWT, memohon ampunan, serta memanjatkan doa agar ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi ilmu yang bermanfaat. Sementara itu, doa penutup dipimpin oleh Prof. Dr. H. Yusuf Baihaqi, Lc., M.A., yang dengan penuh kekhusyukan mendoakan mahasiswa baru agar diberi kelapangan hati, kejernihan pikiran, serta kekuatan iman dalam menuntut ilmu.

Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Nurnazli, S.Ag., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa penutupan dengan doa bersama adalah simbol penting agar mahasiswa baru menyadari bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak hanya sekadar aspek intelektual, tetapi juga spiritual. “Kegiatan akademik harus selalu dilandasi nilai-nilai religius dan kebersamaan. Dengan istighosah ini, kita berharap mahasiswa baru semakin mantap melangkah di dunia kampus dengan semangat kebangsaan dan keimanan yang kuat,” ujarnya.

Di sisi lain, PBAK tahun ini memang dikemas berbeda. Selain menghadirkan materi kebangsaan, kepemimpinan, dan wawasan akademik, kegiatan juga diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan dan nilai kemanusiaan. Hal itu tercermin dalam tema besar yang menggabungkan aspek cinta kasih, kesadaran ekologis, dan semangat membangun generasi emas Indonesia.

Dekan Fakultas Syariah, Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif seluruh mahasiswa baru dan kerja keras panitia. Ia menekankan bahwa istighosah bukan sekadar penutup formalitas, melainkan momentum reflektif untuk memulai perjalanan akademik dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. “Doa adalah senjata utama seorang mukmin. Dengan doa, kita memohon keberkahan ilmu dan kemanfaatan bagi masyarakat. Semoga mahasiswa Fakultas Syariah menjadi generasi Qur’ani yang mampu membawa pencerahan di tengah masyarakat,” tutur Efa Rodiah.

Lebih jauh, Dekan juga menambahkan bahwa mahasiswa baru diharapkan mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Sebab, tantangan zaman semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, isu lingkungan, hingga dinamika keberagamaan. “Di sinilah pentingnya moderasi beragama dan wawasan kebangsaan yang sudah dibekalkan selama PBAK. Mahasiswa harus menjadi teladan dalam bersikap adil, toleran, dan cinta tanah air,” tambahnya.

Penutupan PBAK dengan istighosah dan doa bersama itu berlangsung khusyuk. Suasana hening menyelimuti gedung acara ketika doa dilantunkan, menandai rasa syukur dan harapan besar agar mahasiswa baru Fakultas Syariah siap menempuh perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. Tidak sedikit mahasiswa yang tampak haru, merasakan kekuatan spiritual dari kebersamaan tersebut.

Rangkaian PBAK 2025 di Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung akhirnya ditutup dengan penuh kesan. Bagi para mahasiswa baru, kegiatan ini bukan hanya menjadi awal pengenalan kampus, tetapi juga bekal moral dan spiritual untuk melangkah lebih jauh. Dengan modal wawasan kebangsaan, semangat moderasi beragama, serta penguatan spiritual melalui istighosah, mereka dipersiapkan menjadi generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia. (Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *