Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (27/08/2025) di gedung teater kampus setempat. 65 mahasiswa baru hadir dengan antusiasme tinggi, menyambut awal perjalanan akademik mereka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenal dunia perkuliahan, tetapi juga wahana penting pembentukan karakter kebangsaan dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini.
Hadir sebagai narasumber, Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I, Instruktur Moderasi Beragama UIN Raden Intan Lampung, yang membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar penerus estafet ilmu, melainkan agen perubahan yang kelak akan mengisi ruang-ruang strategis dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, wawasan kebangsaan menjadi tema sentral agar mahasiswa mampu memandang Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, meliputi aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Lebih lanjut, Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I, menekankan bahwa moderasi beragama merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas kebangsaan. Moderasi, katanya, bukan sekadar slogan, melainkan sikap hidup yang menolak ekstremisme, menjaga keseimbangan, dan menempatkan kemanusiaan sebagai nilai utama. “Moderasi beragama adalah perekat antara semangat keagamaan dan komitmen kebangsaan. Dengan prinsip adil, berimbang, serta taat konstitusi, mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni bangsa,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa, khususnya generasi muda, sering kali dihadapkan pada godaan klaim kebenaran tunggal yang dapat memicu konflik sosial. Di sinilah pentingnya sikap moderat, yaitu kemampuan untuk menjadi penengah yang arif, mengedepankan toleransi, serta memberi ruang bagi keberagaman. Menurutnya, Indonesia yang plural justru akan semakin kuat jika dijaga dengan nilai-nilai moderasi. Hal ini sejalan dengan sembilan kata kunci moderasi beragama: kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penghormatan terhadap tradisi lokal.
Kegiatan PBAK ini pun dikemas secara interaktif. Para mahasiswa diajak berdiskusi mengenai fenomena sosial dan keagamaan terkini, baik di level lokal maupun global. Diskusi ini membuka wawasan mereka bahwa tantangan bangsa ke depan bukan hanya soal ekonomi atau politik, tetapi juga bagaimana mengelola keragaman tafsir dan praktik keagamaan agar tetap menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.
Acara ditutup dengan penegasan bahwa mahasiswa Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung harus tumbuh menjadi generasi Qur’ani sekaligus nasionalis. Dengan bekal wawasan kebangsaan yang kokoh dan sikap moderasi beragama yang mengakar, mereka diharapkan menjadi pionir kehidupan akademik yang toleran, harmonis, serta berdaya saing. “PBAK tahun ini bukan hanya pengenalan kampus,” tegas Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I,, “tetapi ikhtiar bersama menyiapkan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas, cinta tanah air, dan siap merawat kebhinekaan Indonesia.”. (Rita Zaharah)
