Khutbatul Iftitah PPRQ Metro: Parade Budaya hingga Pesan Kebersamaan Santri

Khutbatul Iftitah PPRQ Metro: Parade Budaya hingga Pesan Kebersamaan Santri

Share :

Metro MUI Lampung Digital

Ribuan santri Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an (PPRQ) Metro memadati halaman pesantren sejak pagi untuk mengikuti agenda tahunan Khutbatul Iftitah dalam rangka Pekan Perkenalan Santri, Rabu (20/8/2025). Acara yang selalu dinanti ini berlangsung meriah dengan parade budaya, atraksi seni, serta partisipasi penuh dari seluruh santri dan perwakilan cabang.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Memperkenalkan santri terhadap budaya, semangat, kedisiplinan, dan nilai-nilai unggul pesantren serta syiar kepada masyarakat melalui parade atau pawai yang dilakukan.”

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pimpinan pesantren, di antaranya Pengasuh PPRQ Umi Hj. Siti Rumzannah, Pimpinan Pesantren Gus H. M. Yahya Musthofa Kamal, S.Ag., Alhafidz, Ketua Yayasan H. Benny Musthofa, S.H., M.M., para pimpinan cabang PPRQ 1–4, Dewan Pengasuhan, serta pengawas PPRQ Metro yang juga Direktur PT. Sari Ramada Arafah, H. Muhammad Acung Wahyudi, M.M. Selain itu hadir pula perwakilan pemerintah, mulai dari Camat Metro Barat, Lurah Mulyojati, hingga aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Acara dibuka pukul 07.30 WIB dengan upacara khidmat, disusul Tari Muli Siger yang anggun serta fashion show pakaian adat nusantara oleh guru dan pengurus. Ragam busana Lampung, Palembang, Jawa, Betawi, hingga Dayak ditampilkan dengan penuh semarak, menegaskan kekayaan budaya yang dipelajari santri.

Panggung semakin hidup sejak pukul 09.30 WIB dengan penampilan drumband, tari kreasi, hingga pencak silat dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Puncaknya terjadi pada pukul 10.30 WIB ketika parade budaya dimulai. Barisan drumband, paskibraka, atraksi tari, hingga variasi baris-berbaris dari konsulat santri tampil kompak dan disiplin, menggambarkan semangat kebersamaan yang menjadi jiwa pesantren.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan PPRQ Metro, H. Benny Musthofa, menegaskan bahwa momen peringatan 24 tahun berdirinya pesantren bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat untuk meneladani perjuangan para pendiri.

“Santri itu harus berkarakter kuat, menjadi teladan di manapun berada. Tantangan zaman semakin berat, tapi jika kita punya iman dan ilmu, insyaAllah bisa melewatinya. Jaga akhlak, jaga ibadah, dan jangan lelah menuntut ilmu,” pesannya penuh semangat.

Antusiasme santri terasa nyata. Mereka tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga ambil peran sebagai petugas upacara, pelatih, hingga pengisi acara. Ust. Kgs. Anang Ghozali, guru matematika SMP Tamaddun RQ Metro, menyebut Khutbatul Iftitah sebagai momen penting karena semua santri, baik baru maupun lama, mendapatkan kesempatan unjuk kemampuan.

“Agenda ini selalu dinanti karena menyenangkan, penuh hadiah, dan mempererat persaudaraan. Santri yang ikut parade juga dikelompokkan berdasarkan konsulat daerah, sehingga kekompakan semakin terasa,” ujarnya.

Agenda ditutup dengan pembagian hadiah bagi peserta terbaik, sekaligus doa agar para santri kian bersemangat menuntut ilmu, menggali potensi diri, dan menjaga nilai luhur pesantren.

Khutbatul Iftitah tahun ini membuktikan bahwa PPRQ Metro bukan hanya pusat pendidikan dan penghafalan Al-Qur’an, tetapi juga ruang pembentukan karakter, disiplin, dan kreativitas. Sebuah ikhtiar nyata untuk menyiapkan generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan iman, ilmu, dan budaya luhur. (Ade Erlangga/Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *