Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Raden Intan Lampung bekerja sama dengan KPMDI dan Al Wasliyah Provinsi Lampung menggelar kegiatan bertajuk Etika Dakwah Digital di Ruang Teater lantai 2 pada Rabu (20/08/2025). Acara ini menghadirkan pemateri utama Dr. Agus Hermanto, M.H.I, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus Hermanto, M.H.I menekankan pentingnya memahami etika dalam berdakwah di dunia maya. Menurutnya, media digital kini telah menjadi ruang utama penyebaran pesan keagamaan, mulai dari media sosial hingga blog. Namun, pemanfaatannya perlu disertai kesadaran akan dampak positif dan negatif yang menyertainya.
“Setiap kita bisa berselancar di dunia maya, tetapi filter dari keinginan negatif itu adalah iman kita dan akal sehat kita,” tegas Dr. Agus Hermanto, M.H.I. Ia menekankan bahwa da’i harus mampu menjaga keseimbangan dalam berdakwah digital, baik antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi, akal dan akhlak, maupun realita digital dengan pemanfaatan media secara benar.
Lebih jauh, Dr. Agus Hermanto, M.H.I. menggarisbawahi pentingnya sikap moderat dalam berdakwah digital. “Jika sikap moderat ini bisa ditanamkan oleh para da’i, maka dakwah digital akan membawa manfaat dan keberkahan bersama,” ungkapnya.
Menurut Dr. Agus Hermanto, M.H.I., etika dakwah digital mencakup berbagai aspek, mulai dari menjaga kesantunan berkomunikasi, memastikan kebenaran informasi, hingga menghindari ujaran kebencian dan berita bohong. Para da’i juga diingatkan untuk tidak melanggar privasi orang lain, berhati-hati terhadap kejahatan siber, dan bijak dalam memilih konten yang disebarkan agar tidak menimbulkan konflik atau perpecahan.
Ia juga menekankan perlunya menyesuaikan gaya bahasa dan metode penyampaian dakwah sesuai dengan karakteristik audiens di setiap platform digital. Dakwah, menurutnya, bukan sekadar menyampaikan pesan agama, melainkan juga mengajak umat menuju jalan yang benar sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, dengan berpegang pada prinsip amar ma’ruf nahi munkar.
Tantangan dakwah digital saat ini, lanjutnya, tidak ringan. Maraknya hoaks, ujaran kebencian, serta beredarnya konten negatif menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. Karena itu, Dr. Agus Hermanto, M.H.I. menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital, memperkuat pendidikan agama dan moral, serta membangun komunitas online yang positif dan saling mendukung.
“Jari kita adalah penentu aplikasi yang kita lihat, tonton, dan sebarkan. Karena itu, kita harus waspada, teliti, dan berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan pesan dakwah,” pesannya menutup materi.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka kesadaran baru bagi para da’i dan generasi muda Muslim agar lebih bijak memanfaatkan dunia digital. Dengan etika dan kesantunan, dakwah di ruang maya diyakini tidak hanya efektif menjangkau masyarakat luas, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
