Inovasi Mahasiswa KKN Internasional Group 15 di Lampung Timur: Ubah Limbah Jagung Jadi Produk Bernilai Tinggi

Inovasi Mahasiswa KKN Internasional Group 15 di Lampung Timur: Ubah Limbah Jagung Jadi Produk Bernilai Tinggi

Share :

Lampung Timur, MUI Lampung Digital

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) International Group 15 BKS PTN Barat 2025 menghadirkan inovasi yang mampu mengubah limbah pertanian menjadi sumber ekonomi baru. Berlokasi di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, sepuluh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama ini sukses menyosialisasikan dan mempraktikkan pengolahan bonggol jagung yang selama ini dianggap tak berguna menjadi produk bernilai tinggi.

Kelompok ini terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari Universitas Terbuka (UT) Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), UPN Veteran Jakarta, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Teuku Umar (UTU), dan Universitas Samudera (Unsam).

Bonggol Jagung Jadi Tepung, Pupuk, dan Pakan Ternak

Dalam kegiatan sosialisasi, tim mempraktikkan langsung proses pengolahan bonggol jagung menjadi tiga produk utama:

* Tepung bonggol jagung sebagai bahan baku olahan kue, yang bahkan sudah diuji coba menjadi cookies lezat.
* Pupuk Organik Cair (POC) untuk meningkatkan kesuburan tanaman.
* Pakan ternak sebagai alternatif ekonomis bagi peternak lokal.

Ketua kelompok, Eyglus Nabby Habakkuk Danuarta, menjelaskan bahwa program ini mengusung konsep Zero waste

“Kami ingin mengubah limbah yang biasanya hanya dibuang menjadi sumber daya yang punya nilai jual,” ungkap Eyglus.

Teknologi Pembakaran Sampah Minim Asap

Tak hanya fokus pada limbah jagung, tim KKN juga memperkenalkan teknologi pembakaran sampah dengan tong modifikasi ber-sirkulasi udara terkontrol. Metode ini membuat proses pembakaran lebih sempurna, menghasilkan asap jauh lebih sedikit, dan ramah lingkungan.

Apresiasi dari Warga dan Perangkat Desa

Program ini disambut antusias oleh warga. Perwakilan Kepala Desa, Nur Zaini, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Dulu bonggol jagung hanya dibakar, sekarang bisa jadi bahan kue dan pupuk. Warga jadi punya ide usaha baru,” ujarnya.

Ibu-ibu PKK yang ikut serta dalam kegiatan juga merasakan langsung hasilnya. Cookies dari tepung bonggol jagung mendapat pujian.

“Enak cookies-nya. Kalau begini, Lebaran nanti tak perlu repot cari kue,” canda salah satu anggota PKK.

Dr. Mualimin, M.Pd.I sebagai DPL dari Universitas Terbuka sangat mengapersiasi kegiatan program kerja yang dilaksanakan oleh kelompok 15 KKNI BKS PTN Barat 2025, dengan adanya pengolahan bonggol jagung mempunyai dampak Positif untuk meningkatkan Ekonomi Desa Pugung Raharjo.

Kegiatan yang dihadiri puluhan warga ini membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar membantu, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat. Inovasi ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, melainkan juga mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan desa. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *