Tingkatkan Literasi Numerasi, Dosen UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Abacus untuk Guru MIN

Tingkatkan Literasi Numerasi, Dosen UIN Raden Intan Lampung Gelar Pelatihan Abacus untuk Guru MIN

Share :

Bandar Lampung, MUI Lampung Digital

Upaya meningkatkan literasi numerasi di kalangan pendidik terus dilakukan. Salah satunya datang dari Dosen UIN Raden Intan Lampung, Dr. Deti Elice, M.Pd, yang menggelar Pelatihan Abacus atau sempoa bagi para guru dan mahasiswa di MIN 2 Bandar Lampung, Sabtu (9/8/2025), bertempat di Jalan Drs. Warsito No. 50 Kupang Teba, Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung.

Pelatihan ini mengusung tema “Implementasi Manajemen Pelatihan Keterampilan Abacus pada Guru dan Mahasiswa di MIN 2 Bandar Lampung”. Sebanyak 60 peserta hadir, terdiri dari Kepala MIN 2 Bandar Lampung, Ketua Kelompok Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), para guru, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 213, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kelompok 36 Tematik Mengajar, serta partisipan dosen.

Menurut Dr. Deti Elice, kegiatan ini bertujuan menumbuhkembangkan kompetensi para pembelajar, baik guru maupun mahasiswa, dalam literasi numerasi. “Pelatihan ini kami gelar untuk membantu meningkatkan keterampilan berhitung sekaligus melatih konsentrasi, dengan memanfaatkan abacus atau sempoa,” ujarnya di sela kegiatan.

Pelatihan abacus menjadi menarik karena melibatkan kerja otak kiri dan kanan secara bersamaan. Peserta tidak hanya berhitung, tetapi juga menggerakkan tangan untuk memindahkan manik-manik pada alat tersebut. Metode ini diyakini mampu meningkatkan ketelitian, kecepatan berpikir, serta konsentrasi.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelatihan. Banyak guru dan mahasiswa yang belum pernah mempraktikkan abacus secara langsung, merasa tertantang untuk mempelajari tekniknya. “Keterampilan ini diharapkan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa makin terampil dalam matematika khususnya berhitung,” kata Dr. Deti.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Usai pelatihan, para peserta diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada siswa di sekolah masing-masing.

“Harapan kami, keterampilan ini bisa menjadi salah satu cara kreatif untuk meningkatkan literasi numerasi di madrasah. Jika guru dan mahasiswa bisa menguasai metode ini, maka siswa akan lebih percaya diri dan menyukai pelajaran matematika,” tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi antara dosen, guru, dan mahasiswa, pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aktif, kreatif, dan inovatif di Kota Bandar Lampung. (Yuni/Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *