Dr. Agus Hermanto, MHI Ketua Masjid Darul Hidayah Kemiling Bandar Lampung
Masjid merupakan tempat cuci yang harus dijaga. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pendidikan keagamaan. Masjid adalah tempat utama bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat lima waktu, shalat Jumat, dan ibadah lainnya. Masjid juga menjadi tempat untuk berdzikir, membaca Al-Quran, dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah. Masjid berfungsi sebagai pusat pendidikan Islam, tempat pengajian, kajian Al-Quran, dan ceramah agama.
Selain ibadah dan pendidikan, masjid juga menjadi tempat untuk bermusyawarah dan berkumpulnya umat Islam untuk membahas berbagai hal terkait kepentingan bersama. Masjid adalah simbol persatuan dan kesatuan umat Islam, tempat berkumpulnya berbagai latar belakang untuk beribadah dan berinteraksi. Masjidil Haram, adalah tempat suci utama bagi umat Islam karena di dalamnya terdapat Ka’bah, yang menjadi kiblat dalam shalat. Masjid Nabawi adalah tempat suci kedua bagi umat Islam, terletak di Madinah, dan merupakan tempat dimakamkannya Nabi Muhammad saw. Masjidil Aqsa adalah masjid ketiga yang sangat dihormati dalam Islam dan merupakan bagian dari situs suci bagi tiga agama samawi.
Masjid yang merupakan sarana beribadah dan berkumpul bagi umat Islam, disanalah kita bersujud dan memanjatkan doa kepada Allah Sang Maha Kuasa, dalam kata lain bahwa masjid adalah rumah Allah. Nabi Muhammad saw, bersabda bahwa tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, karena di dalamnya terdapat ketaatan dan didirikan atas dasar ketakwaan. Membangun masjid adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah saw, bersabda, “Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya semisal itu di surga.” Pahala membangun masjid tidak terbatas pada saat pembangunannya saja, tetapi terus mengalir selama masjid tersebut digunakan untuk beribadah.
Memakmurkan masjid dengan ibadah dan kegiatan positif mendatangkan pahala. Memakmurkan masjid berarti menjaga kebersihan, merawat, dan mengisinya dengan kegiatan ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Quran, menuntut ilmu, dan lain-lain. Orang yang hatinya terpaut pada masjid akan mendapatkan naungan di akhirat. Hadits tentang tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat menyebutkan salah satunya adalah “orang yang hatinya terpaut pada masjid”. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan orang yang mencintai dan memakmurkan masjid. Masjid adalah tempat yang dijaga kesuciannya, .masjid harus dijaga dari hal-hal yang tidak layak, seperti berbicara yang sia-sia, jual beli, dan perbuatan maksiat lainnya. Dengan demikian, hadits-hadits tentang masjid sebagai rumah Allah memberikan motivasi bagi umat Islam untuk senantiasa memakmurkan masjid, menjaga kesuciannya, dan menghidupkan kegiatan ibadah di dalamnya, untuk itulah masjid harus bersih.
Mengapa masjid harus bersih? Ketika kita beribadah kepada Allah, maka tubuh dan hati kita harus bersih. Bersih secara dzahir maupun batin adalah jalan yang akan memudahkan kita menggapai kekhusu’an dalam beribadah. Dalam sebuah kata hikmah disebutkan “kebersihan adalah bagian dari iman” dan dalam suatu hadist dikatakan (الطهور ستر الإيمان), ketika seorang benar keimanannya, maka implikasi yang dilakukan adalah akan hidup bersih.
Pada saat ini, umat Islam berlomba-lomba untuk mendirikan hingga merehab masjid, terlihat di lingkungan kita masjid-masjid begitu megah, indah dan nyaman. Lampu yang begitu terang terpancar, karpet yang begitu bagus terbentang, suara sound system yang begitu menggema, dan ukiran atau kaligrafi yang begitu indah menghiasi dinding-dinding masjid hingga ke langit-langit atap masjid, begitu khusyuk shalat dilaksanakan penuh khidmat dan terasa begitu nyaman. Begitulah kondisi masjid sekitar kita pada umumnya. Rasulullah saw, bersabda, (إنّ اللّه جميل يحبّ الجمال) “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim).
Kebersihan haruslah kita pertahankan, dan kunci dari kebersihan adalah kepedulian, jika kita peduli pada lingkungan kita, terutama tempat ibadah kita, maka akan terwujud sebuah akhlakul karimah dan iman yang teguh. Orang yang beriman akan senantiasa menjaga dan merawat lingkungan dan orang yang memiliki akhlak mulia tidak akan merasa nyaman pada suatu perkara yang mengusik pada hati, pikiran dan matanya. Serentak tangan dan kakinya akan bergerak mengambil sikap dan berbuat demi sebuah kenyamanan. Di masjid-masjid telah dibangun kamar mandi yang bagus dan air yang cukup, dengan air itulah kita dapat bersuci dan bahkan di fasilitas tempat untuk membuang kotoran, untuk itu kamar mandi harus bersih karena disanalah kerap kali terlupakan, ketidak pedulian itulah yang menyebabkan kotoran dan hingga segala yang ada di lingkungan tidak terjaga dan terawat dengan benar.
Tidak seyogyanya tempat ibadah dan sekitarnya kotor dan bahkan najis. Untuk itu, pengurus masjid harus selalu mengontrol segala apa yang menjadi kenyamanan, bagian fasilitas berpikir akan kebutuhan yang menjadi fasilitas umum, hal yang lazim kita pikirkan bersama, karena menjaga dan merawatnya adalah tanggung jawab bersama. Disana kita membangun, disana pula kita membangun komunitas hingga wujudkan setiap acara dan segala syiar ke-Islaman.
