Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud (STISA ABM) Lampung Selatan kembali mencetak sejarah dengan mewisuda 104 lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar pada Sabtu (31/05/2025), di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung.
Acara sakral ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan do’a oleh Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Suryani M. Nur. Para wisudawan yang diwisuda kali ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mencakup mahasiswa internasional. Dari total 104 sarjana, terdapat 55 wisudawati dan 49 wisudawan.

Dengan mengusung tema “Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia Masyarakat Lampung di Bidang Sains dan Teknologi Berbasis Al-Qur’an”, acara ini menegaskan peran STISA ABM sebagai institusi yang berkomitmen membangun SDM unggul yang tidak hanya cakap dalam keilmuan, namun juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Lampung yang diwakili oleh Yurnalis, S.IP., M.Si. (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Lampung), Ketua DPRD Provinsi Lampung yang diwakili oleh dr. Sasa Chalim, S.Ked., M.M., unsur Forkopimda, Sekretaris Kopertais Wilayah XV Dr. Muhammad Afif Amrulloh, M.Pd I , Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Suryani M. Nur, Rektor IAI Darul Fattah Dr. Nurkholis, Lc., M.A., dan undangan serta tokoh-tokoh pendidikan tinggi Islam lainnya.
Turut hadir memberikan orasi ilmiah Prof. Dr. Jamal Fahri, M.Ag., Guru besar UIN Raden Intan Lampung yang menjelaskan tema Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia Masyarakat Lampung di Bidang Sains dan Teknologi Berbasis Al-Qur’an.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Yurnalis, Gubernur Lampung menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi STISA ABM dalam penguatan SDM daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencetak generasi masa depan, sehingga kolaborasi dengan kampus-kampus unggulan seperti STISA ABM sangat penting. “Kami butuh dukungan kampus hebat seperti STISA ABM untuk mencetak generasi yang berani bermimpi, berani bertindak, dan siap memimpin,” ujar Yurnalis.
Sementara itu, KH. Imaam Yakhsyallah Mansur, M.A., selaku Pembina Utama STISA ABM, mengajak para lulusan untuk menatap masa depan Islam dengan semangat Surah Ad-Dhuha, surah yang menggambarkan harapan dan kebangkitan. “Lihatlah masa depan Islam dari cahaya waktu Dhuha: terang, penuh harapan, dan membawa kemuliaan. Jadilah generasi yang mampu menghadirkan cahaya itu,” pesan beliau penuh makna.
Ketua STISA ABM, Dr. Lili Solehuddin, M.Pd.I., menambahkan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian di tengah masyarakat. Ia juga mengumumkan bahwa STISA ABM akan membuka tiga program studi baru pada tahun akademik mendatang, yaitu: Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah, dan Prodi Hukum Keluarga Islam.
Acara ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi kampus dan para lulusan, tetapi juga bagi pembangunan pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Qur’ani di Provinsi Lampung dan Indonesia secara umum. (Suryani/Rita Zaharah).
