Ramadhan Mendidik Mental
Dr. Agus Hermanto, MHI
Dosen UIN Raden Intan Lampung
Bulan Ramadhan yang kerap juga disebut Syahr al-Tarbuyah (bulan pendidikan). Berbicara tentang pendidikan berarti bermuara pada bagaimana manusia mendapatkan pelajaran hikmah bahkan keberkahan dari bulan yang suci ini. Secara religi, bahwa ibadah puasa bukan hanya menahan diri dari lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, melainkan juga menahan keinginan-keinginan duniawi dengan mengorientasikan diri untuk mengabdi kepada Ilahi Rabbi. Pada bulan Ramadhan ini, setiap jiwa manusia akan mendapatkan pelajaran masing-masing. Kita yang biasanya bekerja keras pada hari-hari biasanya, pada saat ini kita berpuasa, apakah fisik kita sekuat biasanya? Tentunya beda, hal inilah yang kemudian juga mengingatkan kepada kita untuk tidak sombong, karena hidup jasad kita senantiasa kuat karena adanya asupan makanan yang merupakan rizki dari Allah Ta’ala. Lalu apa yang mau kita banggakan dari diri kita, kecuali kita mencari rizki yang halal hingga mendatangkan kesehatan pada fisik kita, karena kesehatan itulah yang benar-benar akan menghantarkan diri kita untuk khusu’ beribadah kepada-Nya.
Pada saat puasa kita juga mendapatkan pelajaran mulia, betapa sederhananya kehidupan ini, bahkan mungkin masih banyak saudara-saudara kita yang kurang jarang makan karena keterbatasan makanan, sehingga ia kerap merasakan lapar dan dahaga, pada saat seperti inilah kita diberi pelajaran, sejauh mana kepekaan kita, kedermawanan kita, hingga loyalitas kita kepada sesama manusia. Untuk itu, Allah mensyariatkan ibadah zakat, shadaqah dan bentuk lainnya dengan dilimpahkan pahala yang berlipat ganda, sehingga kita harus senantiasa berbagi dan memberikan kebahagiaan kepada sesama.
Pelajaran itu tidak hanya untuk kita, tapi untuk keluarga kita, istri dan anak-anak kita, mereka kita ajak untuk berlatih menjalankan syariah puasa, agar kita bisa satu suara satu frekuensi mendidik keluarga kita hingga terjaga dari siksa api neraka. Sebagai firman Allah Ta’ala, tentang menjaga keluarga dari api neraka adalah surat At-Tahrim ayat 6. Ayat ini berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.
