Jihad Literasi, Pahlawan Ilmiah
Dr. Agus Hermanto, MHI
Dosen UIN Raden Intan Lampung
Jihad adalah istilah yang kerap kali dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan kemerdekaan atas ketidak adilan yang terjadi. Pada masa Nabi, orang yang jihad adalah mereka yang mengorbankan segalanya untuk mencari ridha Allah Ta’ala, sehingga orang yang jihad disebut fi sabilillah (berada di jalan Allah). Demi meraih kemerdekaan atau kebebasan dan segala kedzaliman, maka jihad pada umumnya dilakukan dengan cara mengangkat senjata. Dalam konteks Nusantara, demi melawan dari penjajahan Belanda, maka para pejuang dengan sungguh-sungguh merebut kemerdekaan atas kedzaliman dan kesewenangan para penjajah, hingga berguguran menjadi pejuang, dan meraka adalah para pahlawan yang dengan sungguh-sungguh “bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane pisan”, harta, tenaga, pikiran, dan bahkan nyawapun mereka korbankan.
Jihad pada saat itu dilakukan dengan mengangkat senjata, yang identik dengan peperangan atau pertempuran. Makan jihad pada saat ini dapat dilakukan dengan cara lain (selain perang dan bertempur) untuk melepaskan dari kedzaliman dan kejahatan yang mengancam, yaitu dengan cara berliterasi.
Jihad literasi sejatinya telah dilakukan oleh para ulama terdahulu, bahkan imam al-Ghazali mengatakan, “Jika kamu bukan anak Raja, dan bukan keturunan orang besar, maka jadilah penulis”. Aktivis menulis telah dilakukan oleh para ulama di tengah-tengah tirani yang beragam, sehingga kerap kali kegiatan literasi juga tertekan hingga sebagian para ulama menulis beberapa kitabnya di dalam penjara. Hanya dengan modal kan niat yang tulus, para ulama dengan semangat berliterasi hingga puluhan bahkan ratusan kitab beliau tulis dan dapat kita nikmati hingga saat ini.
Kegiatan literasi bukan hanya dilakukan oleh generasi saat ini, dengan segala kemudahan fasilitas yang dimiliki dan segala aplikasi yang dapat membantunya, melainkan para ulama berjihad literasi dengan cara yang sangat manual dan tradisional, yang kita kenal dengan tinta khibr yang hanya dituangkan dalam suatu wadah, dan ditutulkan hingga digoreskan pada media yang sangat sederhana yaitu pelepah daun atau kulit hewan yang telah disamak atau diukir lada kayu dan bebatuan dengan alat yang tradisional pula. Betapa besar jasa para pahlawan literasi, hingga kini kita dapat menikmati segala ilmu yang akan menjadi petunjuk dan pengetahuan yang bermanfaat. Selamat hari Pahlawan, 10 November 2024. Para guru kami, ulama kami, mujtahid kami, engkaulah pahlawan sejati hingga hari ini.
