Bandar Lampung-MUI Lampung Digital
Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, MM secara resmi membuka Seminar Ulama Internasional pada Sabtu, 25/04/2026, di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung. Seminar ini diselenggarakan oleh Yayasan Darul Fattah Lampung bekerja sama dengan Mu’assasah Risalah Salam dari Mesir.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D.; Ketua DPRD Provinsi Lampung yang diwakili oleh M. Syukron Mukhtar, Lc., M.A.; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, KH. Suryani M. Nur; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Dr. Fitrianita Damhuri, S.STP., M.Si.; serta Misbahudin selaku Staf Ahli Kopertais XV Lampung.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Darul Fattah Lampung atas terselenggaranya seminar ulama internasional yang menghadirkan para cendekiawan Muslim yang kompeten dari Mesir ke Provinsi Lampung. Ia menekankan bahwa di tengah situasi dunia modern yang diwarnai keresahan dan kegelisahan, manusia sesungguhnya tidak kekurangan orang-orang cerdas maupun ilmu pengetahuan. Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan bahwa masyarakat masih kekurangan empati dan nilai-nilai nurani.
Ia berharap seminar ini dapat menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an yang mengajarkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin kepada generasi muda dan masyarakat luas. Menurutnya, setinggi apa pun kecerdasan anak-anak, tanpa disertai sentuhan nilai-nilai Al-Qur’an, hanya akan menghasilkan kecerdasan yang kering dari nilai-nilai kemanusiaan.
Lebih lanjut, Jihan menyampaikan bahwa Indonesia merupakan tempat belajar perdamaian, dan Provinsi Lampung sebagai bagian dari Indonesia adalah miniatur keberagaman. Ia menegaskan bahwa Lampung terdiri atas berbagai etnis, suku, dan agama yang hidup berdampingan secara rukun dan damai.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., menyampaikan bahwa ulama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ulama berperan dalam menghadirkan Islam yang moderat, toleran, dan penuh kedamaian, serta mewujudkan nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Tamer Sa’ad Ibrahim, Guru Besar Ilmu Linguistik dari Universitas Canal Suez, Mesir, yang mewakili delegasi Mesir, menyampaikan bahwa terdapat dua cara penyebaran agama Islam ke suatu negara, yakni melalui peperangan dan melalui jalan damai. Berdasarkan hasil riset yang ia lakukan, masuknya Islam ke Indonesia terjadi tanpa kekerasan. Ia menyimpulkan bahwa negara dengan mayoritas Muslim yang penyebarannya dilakukan secara damai, seperti Indonesia, cenderung memiliki masyarakat yang lebih toleran karena menjunjung tinggi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Seminar internasional ini membahas empat materi utama, yaitu: (1) Risalat as-salam wa at-ta‘ayush as-silmi fī ru’yat ‘Alī Muḥammad asy-Syarafa’ al-Ḥammadi, yang berarti pesan perdamaian dan hidup berdampingan secara damai dalam perspektif Ali Muhammad Al-Sharafa Al-Hammadi; (2) Aṭ-ṭalaq yuhaddidu amn al-mujtama‘ (al-bu‘d ad-dini – al-ijtima‘ī – al-qanuni), yang berarti perceraian mengancam stabilitas masyarakat ditinjau dari aspek agama, sosial, dan hukum; (3) Taṣwib al-khiṭab ad-dini (ar-ru’yah al-Qur’aniyyah-makhaṭir at-taṭarruf-daur al-mu’assasat), yang berarti meluruskan wacana keagamaan dari perspektif Al-Qur’an, bahaya ekstremisme, dan peran lembaga; serta (4) Indunisia fī ‘uyun asy-syarq, yang berarti Indonesia dalam pandangan dunia Timur.
Adapun narasumber dalam seminar internasional tersebut terdiri atas para tokoh dan akademisi terkemuka, yaitu Prof. Muhammad Abdul Hayyi Muhammad Al-‘Uroby (mantan Menteri Luar Negeri Mesir); Prof. Reeda Abdussalam Ibrahim ‘Aly (Anggota Dewan Mesir dan Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Al-Mansyuroh); Prof. Abdurrody Muhammad Abdul Muhsin Ridwan (Dekan Fakultas Dar Al-‘Ulum Universitas Al-Qohiroh); Prof. Abul Fadl Kamil Muhammad Muhammad (Direktur Surat Kabar Al-Ahram); Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi (Direktur Surat Kabar Al-Jumhuriyah sekaligus Ketua Rombongan); Prof. Tamer Sa’ad Ibrahim (Guru Besar Ilmu Linguistik Universitas Canal Suez); Prof. Muhammad Hanafi Muhammad Ahmad Asy-Syistani (Jurnalis dan Peneliti); serta Prof. Kholid Abdul Quwa Muhammad Al-‘Awamy (Direktur Surat Kabar Al-Akhbar).
Di akhir kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. KH. Nurkholis, Lc., M.A., menyampaikan harapannya agar seminar ini tidak hanya menjadi forum diskusi ilmiah semata, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung dan Indonesia pada umumnya. (Suryani, Rita Zaharah)
