Masjid Darul Hidayah dan PMI Gelar Sosialisasi serta Aksi Donor Darah di Bulan Ramadhan

Masjid Darul Hidayah dan PMI Gelar Sosialisasi serta Aksi Donor Darah di Bulan Ramadhan

Share :

Bandar Lampung, MUI Lampung Digital

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Masjid Darul Hidayah pada Kamis malam, (05/03/2026). Kegiatan yang dimulai selepas shalat maghrib dan buka puasa bersama itu berlanjut hingga setelah shalat tarawih dengan agenda sosialisasi sekaligus aksi donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia. Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Satu per satu peserta mendaftarkan diri untuk mendonorkan darah mereka sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung tertib dan lancar. Para petugas dari PMI dengan sigap memberikan penjelasan mengenai prosedur donor darah, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga proses pengambilan darah. Jamaah Masjid Darul Hidayah menunjukkan partisipasi yang tinggi, menandakan bahwa semangat berbagi di bulan suci Ramadhan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

Ketua Masjid Darul Hidayah, Agus Hermanto, MHI menyampaikan bahwa kegiatan donor darah telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun, khususnya pada bulan Ramadhan. Menurutnya, donor darah merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang sangat mulia. Melalui donor darah, seseorang dengan sukarela memberikan sebagian darahnya untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, hingga penderita penyakit tertentu yang memerlukan transfusi darah.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa menjalankan perintah agama tidak hanya terbatas pada ibadah shalat maupun sedekah harta semata. Donor darah juga termasuk dalam bentuk amal kebaikan yang nyata, karena mampu menyelamatkan nyawa manusia. Semangat tolong-menolong inilah yang menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan mendonorkan darah, seseorang tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat ikatan kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Masjid Darul Hidayah, menurutnya, berkomitmen untuk menjadi masjid yang terbuka dan inklusif terhadap berbagai kegiatan positif. Terutama kegiatan yang berbasis masyarakat dan memberikan manfaat luas bagi umat. Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang mampu menggerakkan masyarakat untuk melakukan kebaikan bersama.

Momentum kegiatan donor darah ini juga menjadi pengingat bahwa masjid dibangun oleh masyarakat dan sudah sepatutnya dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, masjid semakin hidup dan berfungsi sebagai pusat pembinaan umat. Jamaah pun tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Selama ini kegiatan donor darah memang sering dilakukan di berbagai tempat umum seperti kantor, sekolah, maupun fasilitas kesehatan. Tujuannya tentu untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah di bank darah agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun pelaksanaan kegiatan donor darah di masjid justru memberikan makna yang lebih luas, karena menggabungkan nilai ibadah dengan kepedulian sosial.

Dalam sejarah Islam, fungsi masjid sejak masa Muhammad tidak hanya sebagai tempat ibadah semata. Masjid juga menjadi pusat aktivitas sosial, pendidikan, hingga tempat bermusyawarah untuk kepentingan umat. Dengan meneladani fungsi masjid pada masa Rasulullah tersebut, kegiatan donor darah di Masjid Darul Hidayah menjadi wujud nyata bagaimana masjid dapat kembali memainkan perannya sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat. Selain membantu sesama yang membutuhkan, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Masjid Darul Hidayah pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian kepada umat dan kemanusiaan. (Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *