Integrasi Isra Mi’raj dan Ayat-Ayat Ekologi

Integrasi Isra Mi’raj dan Ayat-Ayat Ekologi

Share :

Dr. Agus Hermanto, MHI Dosen UIN Raden Intan Lampung

Ayat secara bahasa berarti bukti, yaitu bukti kebenaran Alla Ta’ala baik secara qauliyah maupun kauniyah. Dalam beberapa ayat qauliyah Allah menceritakan tentang penciptaan langit dan bumi serta isinya dalam waktu empat kurun (masa), berarti Allah juga menceritakan tentang waktu, dan begitu juga Allah menceritakan beberapa tentang waktu dalam beberapa surat dan ayat dalam al-Quran.

Isra mi’raj yang berarti perjalanan Rasul Muhammad pada sebagian malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan diteruskan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha adalah bercerita tentang waktu. Betapa besar kekuasaan Allah baik dalam penciptaan alam semesta dan juga kisah perjalanan Rasul di malam hari tersebut hanya dalam sebagian malam, hal ini jika digunakan nalar sehat manusia secara dzahir tidak akan terwujud kecuali atas kekuasaan Tuhan. Disana bukan hanya berbicara logika, melainkan juga perjalanan spiritual Nabi Muhammad yang mengalami berbagai keistimewaan, hingga saat itulah Allah perintahkan untuk melakukan ibadah shalat lima waktu, perintah ini juga berkaitan dengan waktu.

Allah ciptakan segala apa yang ada di alam semesta itu dengan berbagai lapisan langit dan juga bumi, bahkan tata surya yang begitu tertib dan berjalan sesuai ketentuannya adalah berbicara tentang waktu. Bumi berjalan sesuai porosnya, begitu juga bulan, bintang, matahari dan segala tatanan kehidupan yang ada di alam semesta ini. Jika bulan tidak tunduk pada sang Pencipta, tentu tatanan akan berubah dan kehancuran akan terjadi, begitu juga matahari, bumi dan seluruh tata surya yang ada.

Tatanan ini adalah bukti bahwa Allah Maha Besar dan Maha Agung dan Maha menguasai segala alam semesta. Lalu apa yang disombongkan manusia, hingga kerap melakukan kecerobohan bahkan pengkhianatan kepada Tuhan sang Pencipta? Apakah manusia tidak berpikir bahwa semua tata surya diciptakan Tuhan dengan segala fungsinya, apakah manusia tidak mengunakan akal pikiran sehatnya sehingga manusia demi keserakahannya ia rela korbankan saudaranya sendiri menerima segala akibatnya. Betapa tidak, kejadian alam berapa kerusakan yang terjadi tidak lepas dari tangan-tangan manusia, Allah ingatkan segala kejadian alam yang ada adalah sebagai bentuk peringatan agar manusia kembali ke jalan Allah Ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *