Peserta Munas XI MUI Mulai Berdatangan di Jakarta

Peserta Munas XI MUI Mulai Berdatangan di Jakarta

Share :

Jakarta, MUI Lampung Digital

Menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2025, para peserta dari berbagai provinsi mulai berdatangan ke Jakarta pada Kamis pagi (20/11/2025). Mereka merupakan perwakilan MUI provinsi, unsur ormas Islam, perguruan tinggi, pesantren, dan berbagai lembaga mitra yang akan mengikuti permusyawaratan ulama terbesar di Indonesia ini.

Sejak pagi, suasana lobi hotel lokasi acara terlihat ramai oleh para peserta yang melakukan registrasi sesuai jadwal resmi Munas XI MUI. Panitia menyambut kedatangan peserta dan mengarahkan proses administrasi, akomodasi, serta pembagian perlengkapan kegiatan.

Salah satu peserta, Ketua MUI Provinsi Lampung KH Suryani M. Nur yang hadir menyampaikan apresiasi atas kesiapan panitia pusat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras menyiapkan akomodasi dan seluruh kebutuhan peserta. Penataan registrasi, fasilitas kamar, hingga pelayanan panitia berjalan dengan sangat baik,” ujarnya ketika ditemui setibanya di lokasi Munas.

Ia berharap rangkaian kegiatan Munas XI yang berlangsung selama empat hari, 20–23 November 2025, dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi umat.

“Semoga seluruh agenda, dari sidang pleno hingga komisi, berlangsung tertib dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat. Munas ini adalah momentum besar untuk menentukan arah MUI lima tahun ke depan, dan kita berharap hasilnya maksimal,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa MUI Provinsi Lampung mengirimkan 4 delegasi yakni Ketua Umum MUI Provinsi Lampung Prof. KH Muhammad Mukri, Wakil Ketua umum KH Ihya Ulumuddin, Ketua KH Suryani M Nur dan Sekretaris H Muhammad Faizin

Munas ini menurutnya akan menjadi ajang strategis untuk memilih Ketua Umum MUI masa khidmat 2025–2030 serta merumuskan kebijakan umum organisasi.

Sementara Prof. Mukri menegaskan bahwa Munas XI MUI bukan sekadar forum organisasi, tetapi sebuah pertemuan strategis yang menghimpun kekuatan moral, intelektual, dan spiritual dari para ulama, cendekiawan, serta tokoh umat Islam dari seluruh Indonesia.

“Kami berharap Munas kali ini menjadi ruang bermusyawarah yang benar-benar produktif, melahirkan keputusan yang membimbing umat dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Ia menilai tema Munas XI, “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kedaulatan Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat,” sangat relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini.

Menurutnya, pembahasan tentang ketahanan pangan, kedaulatan energi, perkembangan kecerdasan buatan, penguatan industri halal, hingga penyelenggaraan haji dan umrah yang lebih transparan dan akuntabel, membutuhkan pandangan ulama agar arah kebijakan nasional tetap bertumpu pada nilai etika dan kemaslahatan.

Prof. Mukri juga menilai pentingnya memperkokoh ukhuwah—baik Islamiyah, Basyariyah, maupun Wathaniyah—di tengah dinamika sosial dan perubahan teknologi yang begitu cepat.

“Ulama harus menjadi jangkar moral bangsa. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan, memperkuat persatuan, dan meneguhkan komitmen kebangsaan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *