Bandar Lampung, MUI Lampung Digital
Suasana hangat dan bersahabat menyelimuti Aula Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ketika rombongan dari Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung tiba untuk melaksanakan studi banding. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (7/10/2025) di aula setempat, diwarnai tawa, dialog terbuka, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Momen ini menjadi simbol betapa pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi Islam di Indonesia. Kegiatan studi banding ini tidak hanya membawa semangat baru dalam memperkuat sinergi kelembagaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi akademik serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun masa depan pendidikan hukum Islam yang lebih unggul.
Rombongan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung disambut langsung oleh pimpinan dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung. Pertemuan ini dirancang tidak sekadar sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengalaman, ide, dan inovasi dalam pengelolaan fakultas berbasis riset dan nilai-nilai keislaman yang humanis. Dari suasana yang hangat dan penuh semangat tersebut, tampak jelas bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah pertemuan intelektual yang mempererat persaudaraan antarinsan akademik.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas sambutan yang begitu ramah dan penuh kekeluargaan dari pihak tuan rumah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk belajar, tumbuh, dan membangun sinergi bersama. “Kegiatan studi banding ini tidak hanya untuk melihat bagaimana sistem berjalan di tempat lain, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi kami dalam memperkuat apa yang telah dimiliki. Kami ingin menjadikan kolaborasi ini sebagai pijakan menuju pendidikan hukum Islam yang adaptif, terbuka, dan berdampak luas,” ujar Dr. Efa Rodiah Nur, M.H.
Lebih lanjut, Dr. Efa menekankan pentingnya perguruan tinggi Islam untuk terus memperluas jejaring, mempercepat inovasi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan era disrupsi. “Fakultas Syariah tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus saling belajar, saling menguatkan, dan saling menginspirasi,” tambahnya. Ia berharap hasil dari studi banding ini dapat menjadi pendorong bagi kedua fakultas dalam memperkaya kurikulum, memperluas riset kolaboratif, serta memperkuat kontribusi akademik terhadap masyarakat.
Sementara itu, Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si., selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan dari UIN Raden Intan Lampung. Ia menyebut bahwa studi banding seperti ini menjadi momen penting untuk mempertemukan gagasan dan pengalaman antarperguruan tinggi Islam yang memiliki visi serupa dalam pengembangan ilmu syariah. “Kami merasa terhormat menerima kunjungan dari sahabat-sahabat UIN Raden Intan Lampung. Kolaborasi seperti ini memperkaya cara pandang dan memperluas wawasan dalam mengelola fakultas di tengah tantangan global,” tutur Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si.
Dalam kesempatan itu, beliau juga memaparkan berbagai inovasi yang telah dijalankan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung, seperti penerapan digitalisasi layanan akademik, penguatan publikasi ilmiah, dan peningkatan jejaring riset nasional maupun internasional. Menurutnya, kerja sama antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi pendidikan Islam di era modern. Ia menegaskan bahwa dunia akademik Islam harus berani tampil sebagai penggerak perubahan dan pelopor kemajuan, bukan sekadar menjadi penonton di tengah arus globalisasi.
Kegiatan studi banding berlangsung produktif dengan berbagai sesi diskusi yang inspiratif. Beragam tema menjadi bahasan utama, mulai dari strategi peningkatan akreditasi, penguatan kompetensi dosen, kurikulum berbasis riset, hingga peluang kerja sama internasional. Diskusi berlangsung dengan suasana terbuka dan kolaboratif, mempertemukan pandangan dan pengalaman dari kedua belah pihak. Dari dialog yang intens itu lahir banyak gagasan strategis, antara lain rencana riset bersama, pertukaran narasumber kuliah umum, dan program akademik lintas kampus. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarperguruan tinggi Islam adalah langkah penting untuk membangun pendidikan tinggi yang inklusif, unggul, dan berdaya saing.
Di sela-sela kegiatan benchmarking tersebut, Dr. Efa Rodiah Nur, M.H. juga berkesempatan menjadi narasumber dalam Podcast Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung. Dalam sesi tersebut, beliau membagikan pandangan mengenai peran penting perempuan dalam kepemimpinan akademik serta bagaimana nilai-nilai syariah dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. Dengan tutur kata yang tenang dan inspiratif, Dr. Efa menekankan bahwa Fakultas Syariah harus menjadi ruang yang melahirkan sarjana yang berakhlak, berpikir kritis, dan memiliki kepekaan sosial. “Kita tidak hanya mencetak lulusan yang mampu memahami hukum, tetapi juga lulusan yang mampu menegakkan keadilan dan membawa kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya. Penampilan beliau dalam podcast mendapat sambutan hangat dari mahasiswa dan dosen UIN Bandung yang menilai pandangannya sangat inspiratif dan menggugah semangat kepemimpinan akademik di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Kegiatan studi banding ini ditutup dengan penyerahan cendera mata antara kedua dekan sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama berkelanjutan. Suasana aula dipenuhi rasa haru dan optimisme, menandai berakhirnya kunjungan yang bukan hanya membawa ilmu dan pengalaman baru, tetapi juga mempererat hubungan antarinsan akademik. Baik Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung maupun Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersepakat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini melalui berbagai program kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Momentum ini menunjukkan bahwa dunia akademik Islam di Indonesia semakin kokoh berdiri di atas semangat kolaborasi, solidaritas, dan visi bersama. Dengan semangat yang sama, kedua fakultas bertekad melangkah bersama membangun masa depan pendidikan yang berkeadilan, berintegritas, dan penuh keberkahan. (Rita Zaharah)
