Mahasiswa Baru FS dibekali Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama

Mahasiswa Baru FS dibekali Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama

Share :

Bandar Lampung, MUI Lampung Digital

Suasana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung pada Selasa (27/08/2025) berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ratusan mahasiswa baru memenuhi ruangan dengan semangat belajar yang tinggi. Acara ini tidak hanya menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter kebangsaan sejak dini.

Narasumber Dr. H. Wahyu Iryana, M.Ag., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Raden Intan Lampung menyamaikan materi tentang Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama. Materi ini menjadi penting karena mahasiswa baru diharapkan mampu menanamkan semangat persatuan, menjunjung nilai kebhinekaan, serta menghindarkan diri dari paham-paham ekstrem yang dapat memecah belah bangsa.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Wahyu Iryana, M.Ag., mengajak mahasiswa untuk merenungkan perjalanan bangsa di tengah arus globalisasi. Ia menyinggung tentang bagaimana bangsa-bangsa besar di dunia bisa hancur atau bertahan, seperti Uni Eropa dan Jerman yang menjadi contoh dalam materi “Jelajah Dunia: Mengapa Sebuah Bangsa Bisa Hancur atau Bersatu?”. Dari sini, mahasiswa diajak memahami bahwa ketahanan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana generasi mudanya menjaga persatuan dan menghargai keberagaman.

Lebih lanjut, Dr. H. Wahyu Iryana, M.Ag.,  menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar memiliki tantangan serius untuk mempertahankan keberadaannya. Tantangan itu tidak hanya datang dari luar melalui derasnya arus budaya asing, tetapi juga dari dalam berupa ancaman intoleransi dan sikap eksklusif. Karena itu, peran Kementerian Agama bersama perguruan tinggi menjadi sangat vital dalam menjawab tantangan kebangsaan ini, terutama melalui penguatan moderasi beragama.

Materi tentang moderasi beragama juga menjadi sorotan penting dalam kegiatan ini. Mahasiswa diingatkan bahwa sikap moderat bukanlah sekedar kompromi, tetapi jalan tengah yang menjaga nilai keagamaan tetap hidup dalam harmoni kebangsaan. Moderasi beragama dipandang sebagai kunci menjaga keberagaman Indonesia agar tetap utuh, selaras dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan selama sesi diskusi. Mereka menunjukkan minat besar terhadap isu-isu kebangsaan, seperti peran generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI, hingga bagaimana membumikan moderasi beragama di lingkungan kampus dan masyarakat. Suasana diskusi berjalan hidup, mencerminkan semangat mahasiswa baru yang kritis dan peduli terhadap masa depan bangsa.

Dengan hadirnya materi ini, PBAK Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung tidak hanya memperkenalkan budaya akademik, melainkan juga menanamkan pondasi moral dan kebangsaan. Harapannya, mahasiswa baru dapat menjadi generasi Qurrota A’yun yang berwawasan luas, berjiwa nasionalis, sekaligus menjunjung nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. (Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *