Mahasiswa Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama

Mahasiswa Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama

Share :

Bandar Lampung, MUI Lampung Digital

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Psikologi Islam (FPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Tahun 2025  berlangsung semarak dengan materi tentang Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama. Selasa, (27/08/2025) Acara ini menghadirkan narasumber Rudi Santoso, M.HI., M.H., dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, serta dimoderatori oleh Ira Hidayati, S.Psi., M.A. Dosen Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung.

Rudi Santoso, MHI., MH menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar wacana, melainkan keharusan di tengah realitas bangsa yang majemuk. Menurutnya, moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang menjaga keseimbangan antara komitmen beragama dengan sikap toleran terhadap perbedaan “Beragama pada hakikatnya adalah ber-Indonesia, dan ber-Indonesia itu sejatinya juga beragama,” tegasnya.

Rudi Santoso, MHI., MH juga menjelaskan empat indikator moderasi beragama, yaitu: komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penerimaan terhadap budaya lokal. Dengan empat indikator ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjaga keharmonisan kehidupan sosial dan menghindarkan diri dari sikap ekstrem maupun intoleran.

Ia menambahkan, di era disrupsi digital, maraknya hoaks keagamaan dan polarisasi sosial menjadi tantangan serius. “Mahasiswa harus kritis, jangan mudah termakan isu yang memecah belah persatuan. Kekuatan bangsa ini ada pada kerukunan dan semangat kebhinekaan,” jelasnya.

Acara PBAK ini tidak hanya menjadi forum pengenalan dunia kampus, tetapi juga sarana pembekalan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Mahasiswa diajak memahami bahwa moderasi beragama berfungsi sebagai perekat antara semangat beragama dengan komitmen kebangsaan. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara ideologis dan religius.

Wakil Dekan III Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung, Dr. Hervin Yoki Pradikta, MHI., menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang disampaikan. Ia menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa baru mengenai wawasan kebangsaan sejak awal memasuki dunia kampus. “Fakultas Psikologi Islam berkomitmen melahirkan mahasiswa yang bukan hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, moderator Ira Hidayati, S.Psi., M.A. turut menegaskan bahwa diskusi ini memberikan wawasan mendalam bagi mahasiswa baru. Menurutnya, moderasi beragama relevan untuk mencetak generasi muda yang adaptif, berwawasan global, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai keindonesiaan.

Dengan jumlah mahasiswa baru yang datang dari berbagai latar belakang daerah dan budaya, PBAK ini menjadi momentum penting untuk menanamkan sikap inklusif dan semangat persatuan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung, tetapi juga menjadi duta perdamaian yang siap membawa pesan moderasi ke tengah masyarakat.

“Akulah warga NKRI, akulah warga religi. Semangat NKRI, semangat religi, tercapailah bangsa yang harmoni,” seruan pembuka dari Rudi Santoso menggema di ruangan, menandai semangat mahasiswa baru untuk mengawali perjalanan akademik dengan tekad menjaga persatuan bangsa.

Dengan bekal wawasan kebangsaan dan moderasi beragama, mahasiswa Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung diyakini siap menghadapi tantangan zaman, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. (Rita Zaharah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *