Opini: Barokah Buka dan Sahur

Share :

 

Barokah Buka dan Sahur
Oleh: Dharmayani, MHI
Dosen UIN Raden Intan Lampung

Puasa melatih diri kita untuk hidup disiplin, pada saat puasa kita diuji untuk dapat melatih jasmani kita untuk tetap bertahan, karena pada hari biasa, jasmani pencernaan kita misalnya digunakan untuk bekerja keras memproses makanan dan minuman, namun pada saat puasa kita dilatih untuk dapat merasakan bagaimana rasanya para fakir miskin menjalani hidupnya yang penuh dengan keterbatasan.

Pada saat puasa kita dilatih untuk bersabat, baik sabar dengan ketaatan (al-shabru bi altha’ah), karena jika kita menjalani puasa tanpa ketaatan tidak akan pernah terjalani dengan ikhlas, sabar dengan menjaga dari kemaksiatan (al-shabru an al-ma’shiyat) karena dengan puasa kita diuji agar dapat menahan syahwat sehingga mampu menghindarkan dari kemaksiatan, sabar dari musibah (al-shabru an al-musibah) dengan wabah corona atau covid 19 yang merupakan musibah sekaligus ujian, kita sedang berada di bulan yang mulia, sehingga kita juga teruji dari musibah dan wabah namun tetap selalu senantiasa beribadah kepada Allah dengan khusu’.

Ketika kita berpuasa, waktu makan dan minum kita serta kegiatan kita menjadi berpindah, bergeser dan tidak sama dengan waktu pada umumnya. Waktu makan pagi kita di awalkan, yaitu sebelum terbitnya fajar, dan waktu makan siang kita diundur pada sore hari setelah terbitnya matahari.

Puasa pada dasarnya menahan dari makan dan minum dan syahwat seksual serta dari segala yang membatalkannya, mulai terbitnya wajar sampai terbenamnya matari di sore hari. Daka dalam ibadah puasa yang mulia ini, pola hidup sehat dan disiplin harus tetap di jaga dan dilestarikan dengan mengikuti tuntunan syari’at yang benar.

Ketika sahur, dianjurkan bagi kita untuk memperbanyak makan sayuran dan nasi, karena sangat berfungsi untuk mempertahankan energy kita selama satu hari penuh, berkaitan dengan sahur juga sangat dianjurkan bagi baginda Rasulullah saw., sebagaimana sabdanya: ”Bersahurlah, sesungguhnya ketika kita bersahur ada sebuah barokah”. Barokah adalah “ziyadatul khair” yaitu bertambahnya kebaikan, sehingga jika sahur ini kita laksanakan dengan disiplin serta baik, akan adanya sebuah kenikmatan yang kita rasakan di bandingkan hari-hari yang lainnya.

Selain sahur juga dianjurkan bagi kita untuk menyegerakan berbuka, sebagaimana anjuran Rasulullah saw., karena sesungguhnya berbuka tersebut akan mengembalikan tenaga dan kekuatan kita selama satu hari penuh tidak makan dan tidak minum. Maka sangat dianjurkan bagi kita ketika berbuka untuk memperbanyak minum yang manis, karena hal ini sangat berfungsi untuk mengembalikan dan memulihkan tenaga kita, selain itu juga kita dianjurkan untuk disiplin, karena esok lagi akan kita jalani hal yang serupa samapi sebulan penuh lamanya. Namun demikian agama juga melarang bagi kita untuk berlebih-lebihan, sebagaimana firman Allah swt., “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. Berlebih-lebihan “tasyaruf” biasa dilakukan oleh orang yang berbuka, karena selama satu hari penuh berpuasa merasa lapar dan dahaga, sehingga ketika waktunya berbuka, segala makanan dan minuman serta hidangan yang lain yang begitu banyak ia konsumsi semuanya, sehingga lambung kita tidak dapat mencerna dengan baik, dan pada akhirnya terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan.

Semoga kita selalu dijaga dan diberi keehatan dan kekuatan, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan sempurna dan menjadina iman kita bertambah serta ketaqwaan kita dapat sempurnya, karena sesungguhnya Allah swt., memerintahkan ibadah puasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *