Opini: Puasa Jadikan Hidup Manusia Lebih Mulia

Share :

Puasa Jadikan Hidup Manusia Lebih Mulia
Oleh: Dr. H. A. Khumaidi Ja’far, S.Ag., M.H.
Dosen UIN Raden Intan Lampung
Pengurus MUI Lampung

Setiap manusia ingin hidup tenang, tentram, dan bahagia. Dan itu semua tentunya dapat diwujudkan manakala di antara kita saling menjaga, menghormati, menghargai dan saling memahami. Salah satu hal yang dapat  dilakukan dalam rangka mewujudkan itu semua adalah dengan berpuasa secara baik dan benar. Sebab puasa tidak hanya sekedar menahan diri dari rasa haus dan lapar, tetapi lebih dari itu.

Puasa adalah bagaimana kita mampu menahan lisan kita dari ucapan-ucapan yang tidak baik, bagaimana mampu menahan pandangan mata kita dari hal-hal yang buruk, bagaimana mampu menahan telinga kita dari hal-hal yang tidak baik, bagaimana mampu menahan pikiran kita dari hal-hal yang negatif, bagaimana mampu menahan kaki tangan kita dari hal-hal yang maksiat, bahkan puasa adalah bagaimana kita mampu mengendalikan hati kita dari prasangka-prasangka yang buruk.

Ingat Rasulullah saw bersabda “ Man Lam  Yada’ qaula al Zur Wa al ‘Amala bihi Wa al Jahla Falaisa Lillahi Hajatun Fi An Yada’a Tha’amahu wa syarabahu”, yang artinya Barangsiapa yang tidak dapat mengendalikan diri dari ucapan yang buruk, perbuatan yang tidak baik, bahkan suka berbuat kebodohan, maka Allah sekali-kali tidak butuh akan puasa-puasa kalian.

Ini artinya bahwa apabila kita berpuasa tetapi tidak mampu mengendalikan seluruh anggota tubuh (panca indra), maka akan sis-sialah puasa kita, sebaliknya apabila kita mampu mengendalikan panca indra saat berpuasa, nicaya hidup kita akan menjadi mulia, yakinlah itu…. Karena fungsi puasa selain membentuk manusia yang berakhlakul karimah, puasa juga dapat menanamkan kesabaran, kesalehan, dan kemuliaan. Ingat Rasulullah saw bersabda “ Ashiyamu Junnatun”, Puasa itu benteng kehidupan. Artinya bagi seseorang yang sedang berpuasa niscaya hidupnya akan senantiasa terjaga, baik ucapannya, sikap perilakunya, maupun perbuatan atau tindakannya.

Sehingga ia akan menjadi manusia yang mulia, baik di mata sesama manusia, maupun di mata Allah swt. Dengan demikian apabila seseorang sedang berpuasa, tetapi masih berkata kotor, mudah marah/emosi, bersikap tidak sopan, berperilaku buruk, berperangai jelek, memaki dan menghina orang lain, serta berbuat/bertindak di luar ketentuan agama, berarti puasanya akan sia-sia. Ingat hadis Rasulullah “rubba shaimin laisa lahu min shiyamihi illa alju’ wa rubba qaimin laisa lahu min qiyamihi illa al sahra”, artinya alangkah banyaknya orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan alangkah banyaknya orang yang melakukan qiyamul lail tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya berjaga-jaga (begadang). Wallahua’lam Bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *