{"id":9846,"date":"2018-08-24T04:48:42","date_gmt":"2018-08-24T04:48:42","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=9846"},"modified":"2018-08-24T04:48:42","modified_gmt":"2018-08-24T04:48:42","slug":"mui-bolehkan-imunisasi-campak-rubella-dalam-kondisi-terpaksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=9846","title":{"rendered":"MUI Bolehkan Imunisasi Campak-Rubella dalam Kondisi Terpaksa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9847\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG-20180824-WA0045.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jakarta:<\/strong> Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan imunisasi massal Campak-Rubella dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI meskipun vaksin MR produk Serum Institute of India (SII) yang digunakan tersebut positif mengandung babi, karena dalam kondisi keterpaksaan (dlarurat syar&#8217;iyyah) berdasarkan keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi, dan belum adanya vaksin yang halal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Dr H Asrorun Ni&#8217;am MA mengutip isi Fatwa No 33 tahun 2018 sa&#8217;at Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan Program Imunisasi MR secara Terpadu, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta pada Kamis 23 Agustus 2018.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertemuan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek Sp.M. Juga dihadiri Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Dr M Rahman Roestan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perwakilan WHO, Unicef, KPAI, para Pimpinan MUI Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi se Indonesia, serta undangan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menkes Nila Djuwita F Moeloek dalam penyampaian kata sambutannya menyatakan Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella\/kecacatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan (congenital Rubella Syindrome) pada 2020 nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Dirjen P2P Kemenkes RI dr Anung Sugihartono M.Kes. menjelaskan bahwa Imunisasi Campak\/Measles dan Rubella (MR) bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Oleh karenanya dalam rangka menyukseskan kampanye\/sosialisasi dan introduksi (pengenalan) imunisasi MR ini agar Kementerian\/Lembaga terkait, Pemda Kabupaten\/Kota beserta perangkat kerjanya, Organisasi Masyarakat Sipil, dan Lembaga-Lembaga Sosial Masyarakat untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam edukasi tersebut,&#8221; ujar Dirjen P2P Kemenkes RI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Delegasi dari Provinsi Lampung yang diutus pada acara tersebut adalah H. Suryani M Nur Wakil Ketua MUI Provinsi, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr dr Hj Reihana, M.Kes. (Abdul Qodir Zaelani).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan imunisasi massal Campak-Rubella dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI meskipun vaksin MR produk Serum Institute of India (SII) yang digunakan tersebut positif mengandung babi, karena dalam kondisi keterpaksaan (dlarurat syar&#8217;iyyah) berdasarkan keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi, dan belum adanya vaksin yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9847,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-9846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9846"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9846\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}