{"id":9534,"date":"2018-07-29T07:54:04","date_gmt":"2018-07-29T07:54:04","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=9534"},"modified":"2018-07-29T07:54:04","modified_gmt":"2018-07-29T07:54:04","slug":"mahasiswa-kkn-uin-banyumas-2-start-progja-ke-taman-santri-mardhotillah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=9534","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN UIN Banyumas 2 Start Progja ke Taman Santri Mardhotillah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9533\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/IMG-20180729-WA0025.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu :<\/strong> Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Kelompok 237 desa Banyumas 2 kecamatan Banyumas start program kerja (progja) dengan menyambangi Taman Santri Mardhotillah (TSM) pimpinan kyai Sodikin, Jum&#8217;at (27\/7\/18) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">TSM terdapat beberapa santri yang menetap dan tidak menetap karena jarak rumah yang dekat sehingga biasa disebut santri kalong, namun kebanyakan yang menetap yakni santri putra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Santri menjadi pandangan pertama bagi mahasiswa KKN UIN Raden Intan untuk menjalankan progja yang mereka rancang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahasiswa KKN sangat senang dengan sambutan para santri dan juga pengasuh kyai dikin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kulo niki sangat senang jika kalian mau menerapkan atau\u00a0 membagi ilmunya dengan ikhlas tidak hanya karena tugas kampus tapi lillahita&#8217;ala,&#8221; ujar kyai Dikin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahasiswa KKN langsung diberikan pengarahan untuk mengajar para santri dengan jadwal yg sudah ditentukan, dari jadwal iqro&#8217; tajwid, kitab, sholawat bersama atau dibaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari pertama diisi dengan perkenalan dan silaturrahim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muhamad Annur Ridwan, salah satu mahasiswa KKN, dalam sambutannya meminta bimbingan dari ustad dan ustadzah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;kami meminta bimbingan dari para ustadz dan ustadzah\u00a0tentunya juga dukungan dari para santri karena kita pun masih dalam proses belajar&#8221;, ujar Ridwan yang juga koordinator kelompok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak dari kyai Dikin, gus Hanif sangat mendukung atas kedatangan mahasiswa KKN ke TSM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jika sudah di sini anggap saja seperti keluarga sendiri&#8221;, ujar gus Hanif. (Eka Uswatun\/Hanivah\/Abdul Qodir Zaelani)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Kelompok 237 desa Banyumas 2 kecamatan Banyumas start program kerja (progja) dengan menyambangi Taman Santri Mardhotillah (TSM) pimpinan kyai Sodikin, Jum&#8217;at (27\/7\/18) sore. TSM terdapat beberapa santri yang menetap dan tidak menetap karena jarak rumah yang dekat sehingga biasa disebut santri kalong, namun kebanyakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9533,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-9534","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9534"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9534\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}