{"id":9340,"date":"2018-07-19T10:20:52","date_gmt":"2018-07-19T10:20:52","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=9340"},"modified":"2018-07-19T10:20:52","modified_gmt":"2018-07-19T10:20:52","slug":"jangan-pakai-vaksin-rubella-jika-belum-jelas-kehalalannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=9340","title":{"rendered":"Jangan Pakai Vaksin Rubella Jika Belum Jelas Kehalalannya"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9341\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/vaksin-palsu.jpg\" alt=\"\" width=\"1782\" height=\"995\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Pada Bulan Agustus-September 2018, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI akan melakukan vaksinasi massal Measles Rubella (MR). Vaksin ini merupakan kombinasi antara vaksin campak (Measles) dan Rubella. Namun sampai dengan saat ini status kehalalan dari vaksin ini belum jelas. Pasalnya, vaksin yang berdasarkan informasi diproduksi di India ini, belum mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menegaskan bahwa setiap produk perlu dipastikan kehalalannya sebagai jaminan khususnya bagi umat Islam yang ditentukan oleh Sertifikasi Halal MUI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyikapi hal ini, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, KH Munawir mengingatkan kepada pemerintah untuk segera mengimplementasikan keharusan sertifikasi halal seluruh vaksin yang digunakan termasuk vaksin Measles Rubella (MR).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPihak produsen vaksin juga wajib mengupayakan produksi vaksin Measles Rubella (MR) yang halal dan melakukan sertifikasi halal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,\u201d tegasnya, Kamis (19\/7) merujuk kepada tujuh rekomendasi yang dikeluarkan MUI terkait vaksin ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, selama vaksin Rubella belum dikaji oleh LPPOM MUI dan belum jelas kehalalannya, maka tidak boleh digunakan. Ia menegaskan jika ada barang yang terindikasi haram untuk digunakan atau dikonsumsi maka tidak boleh digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan pakai vaksin Rubella jika belum jelas kehalalannya. Al halalu bayyinun wal haramu bayyinun. Wama bainahuma umurun mustasyabihatun. Maksudnya sesuatu yang belum jelas halalnya berarti haram dan sesuatu yang belum jelas haramnya berarti halal,\u201d tegas Pria yang juga Katib Syuriyah PCNU Pringsewu ini mengutip sebuah hadits Nabi SAW. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Pada Bulan Agustus-September 2018, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI akan melakukan vaksinasi massal Measles Rubella (MR). Vaksin ini merupakan kombinasi antara vaksin campak (Measles) dan Rubella. Namun sampai dengan saat ini status kehalalan dari vaksin ini belum jelas. Pasalnya, vaksin yang berdasarkan informasi diproduksi di India ini, belum mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9341,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-9340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}