{"id":9295,"date":"2018-07-17T11:09:47","date_gmt":"2018-07-17T11:09:47","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=9295"},"modified":"2018-07-17T11:09:47","modified_gmt":"2018-07-17T11:09:47","slug":"ciptakan-kader-militan-pcnu-kota-metro-gelar-pendidikan-instruktur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=9295","title":{"rendered":"Ciptakan Kader Militan, PCNU Kota Metro Gelar Pendidikan Instruktur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9296\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/IMG-20180717-WA0009-640x360.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Metro:<\/strong> Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung Prof Dr H Moh Mukri MAg dalam sambutan Pembukaan Pendidikan Instruktur Kader Penggerak Nahdlatul Ulama mengatakan, kegiatan ini semacam TOT untuk instruktur PKP. &#8220;(Pelatihan Instruktur) Ini pertama di Lampung. Tentu ini merupakan hal yang strategis untuk memajukan NU ke depan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prof Mukri memaparkan, ketika dirinya menjadi Ketua Anshor Lampung tahun 2000-an NU terlihat kurang greget. Dari hasil penelitian, ternyata persoalan manajemen. Setelah dibenahi, ternyata perubahan tidak drastis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setelah dilakukan penelitian lagi, ternyata persoalan utamanya adalah militansi. Secara amaliyah memang NU, tetapi ruhnya itu tidak dapat untuk menggerakkan organisasi. Maka pendidikan kader sangat diperlukan,&#8221; ungkap Rektor UIN Raden Intan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendidikan Instruktur Kader Penggerak Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan oleh PCNU Kota Metro di IAIM NU Metro, selama 3 hari mulai 16-18 Juli 2018. Kegiatan ini diikuti 48 peserta dari 4 pengurus wilayah yakni Lampung, Banten, Jakarta dan Jawa Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rois Syuriah PCNU Metro KH Zainal Abidin menyampaikan, peserta Pendidikan Instruktur Kader Penggerak diharapkan dapat menjadi penggerak NU di daerah masing-masing khususnya di provinsi Lampung. &#8220;Kami ingin NU di Lampung berkembang. Begitupun daerah lain. Kami tidak ingin maju sendiri, tetapi maju bersama-sama,&#8221; ujarnya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan acara tersebut, Senin (16\/7) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, Sejak adanya Pendidikan Kader Penggerak (PKP) di Kota Metro, terasa benar kemajuannya. Dengan adanya pelatihan kader, NU dapat menjadi organisasi yang lebih mandiri dan dinamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadir pada pembukaan acara tersebut sejumlah pengurus wilayah Lampung, pengurus cabang kota Metro, para ulama dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KH Abdul Mun&#8217;im Jazuli selaku Instruktur Nasional PKP PBNU berkesempatan membuka acara tersebut. Dia menjelaskan bahwa peserta yang diikuti dari beberapa wilayah ini biasa terjadi dalam organisasi NU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Silang kaderisasi biasa terjadi di kita (NU). Semoga ini menjadi kebangkitan NU di masa mendatang,&#8221; harap Kyai Abdul Mun&#8217;im.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PBNU berharap, dengan adanya pendidikan instruktur ini diharapkan, NU memiliki instruktur yang cukup banyak untuk pengkaderan. Selain itu, pendidikan instruktur ini bukan hanya untuk mencetak instruktur, tetapi juga untuk pemimpin\/komandan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi ke depan (para instruktur) tidak hanya memimpin kader NU di kelas, tetapi warga NU secara keseluruhan,&#8221; pungkasnya. (Fahmi Naseli\/Andira Putri Isnaini)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metro: Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung Prof Dr H Moh Mukri MAg dalam sambutan Pembukaan Pendidikan Instruktur Kader Penggerak Nahdlatul Ulama mengatakan, kegiatan ini semacam TOT untuk instruktur PKP. &#8220;(Pelatihan Instruktur) Ini pertama di Lampung. Tentu ini merupakan hal yang strategis untuk memajukan NU ke depan,&#8221; imbuhnya. Prof Mukri memaparkan, ketika dirinya menjadi Ketua Anshor Lampung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9296,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-9295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9295"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9295\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}