{"id":8624,"date":"2018-05-18T04:15:27","date_gmt":"2018-05-18T04:15:27","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=8624"},"modified":"2018-05-18T04:15:27","modified_gmt":"2018-05-18T04:15:27","slug":"satbinmas-polresta-dan-fkub-cegah-radikalisme-di-bandar-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=8624","title":{"rendered":"Satbinmas Polresta dan FKUB, Cegah Radikalisme di Bandar Lampung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8625\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/WhatsApp-Image-2018-05-18-at-11.10.38.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Satbinmas Polresta Bandar Lampung bekerja sama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung menggelar Forum grup discusion (FGD) Lintas Agama dan Budaya dalam rangka menangkal dan mencegah paham radikalisme di Kota Bandar Lampung, Rabu (16\/5\/2018) di Begadang Resto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acaranya tersebut diikuti 80 peserta yang terdiri dari tokoh agama dan ketua adat serta Kepala Satuan Bina Masyarakat (Binmas) Polresta Bandar Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. H. M. Afif Anshori, M.Ag Ketua FKUB Kota Bandar Lampung mengatakan, dalam kegiatan ini ada upaya untuk merekatkan persaudaraa antar lintas agama dan budaya serta upaya preventif dalam menangkal radikalisme. \u201cDalam forum ini juga kami menyatakan sikap mengutuk tindakan terorisme,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. H. M. Afif Anshori, M.Ag menegaskan, bahwa pelaku pengeboman tidak bisa mengataskan nama agama atas perbuatannya sebab di dalam agama apapun tidak ada yang mengajarkan perbuatan seperti itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam forum inipun seluruh tokoh agama dan adat sepakat untuk membina umatnya masing-masing dan mengajarkan agama yang benar penuh dengan perdamaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelaku teroris ini salah dalam memahami agama, maka dari itu diperlukan pemahaman agama yang benar. Akar radikalisme adalah pemahaman agama yang sempit, mengkliam kebeneran tunggal, antipluralisme dan kulturasi, menjadikan \u00a0agama sebagai alat politik,\u201d ujar Ketua FKUB Kota Bandar Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain membahas tentang faham radikalisme, FGD Lintas Agama dan Budaya ini \u00a0juga berkomitmen merawat keberagaman dan perdamaian di Kota Bandar Lampung.<\/p>\n<p>Kemudian salah satu \u00a0rekomendasi dari FGD yang langsung ditindak lanjuti adalah membuat grup tokoh agama dan tokoh adat, sehingga semua bisa saling berbagi informasi. (Karisma D.R\/Rudi Santoso)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Satbinmas Polresta Bandar Lampung bekerja sama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung menggelar Forum grup discusion (FGD) Lintas Agama dan Budaya dalam rangka menangkal dan mencegah paham radikalisme di Kota Bandar Lampung, Rabu (16\/5\/2018) di Begadang Resto. Acaranya tersebut diikuti 80 peserta yang terdiri dari tokoh agama dan ketua adat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8625,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-8624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}