{"id":7918,"date":"2018-03-14T02:04:46","date_gmt":"2018-03-14T02:04:46","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7918"},"modified":"2018-03-14T02:04:46","modified_gmt":"2018-03-14T02:04:46","slug":"mahasiswa-fs-uin-raden-intan-lampung-dibekali-pelatihan-bahsul-masail","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7918","title":{"rendered":"Mahasiswa FS UIN Raden Intan Lampung dibekali Pelatihan Bahsul Masail"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7919\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/WhatsApp-Image-2018-03-14-at-08.19.08.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Kegiatan rutin mingguan kajian kitab Kuning yang di selenggarakan oleh Fakultas Syari\u2019ah UIN Raden Intan Lampung,Ahad (11\/3\/2018) di gedung setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dari pekan lalu pasalnya pengajian seperti hari ini biasanya mahasisiswa menyimak dan <em>memaknai<\/em> kitab serta tanya jawab seputar fiqih nahwu dan sharaf, tetapi kali ini mahasiswa diberi kesempatan untuk mengakaji suatu permasalahan yang saat ini disebut dengan Bahsul Masail dengan satu tema yaitu \u201cAkad nikah (<em>ijab qobul<\/em>) dalam satu nafas\u201d yang diberikan oleh salah satu pengajar dan di diskusikan berdasarkan kelompok yang telah ditentukan, adapun kelompok dibagi menjadi dua yaitu kelompok pro dan kelompok kontra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ahmad Sukandi, M.H.I., \u00a0Dosen FS UIN Raden Intan Lampung mengatakan tujuan di adakannya pelatihan bahsul masail ini guna mengenalkan mahasiswa tentang apa bahsul masail dan bagaimana memberikan solusi terhadap problematika hukum Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehingga mahasiswa mengerti bagaimana menarik perbedaan pendapat dari beberapa kitab, manakah pendapat yang bisa menjadi pegangan untuk konteks kita saat ini terutama di Indonesia, dan lewat bahsul masail ini mengajarkan kepada mahasiswa supaya mahasiswa tidak kaku dalam memahami hukum karena hukum itu sesuai perubahan zaman dan waktunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahasiswa sangat antusias terlihat dari argumen-argumen mahasiswa yang kuat, serta rujukan rujukan yang mereka ambil dari beberapa kitab, dan dalam latihan ini mahasiswa sudah terlihat mampu dalam menyimpulkan hukum, terbukti dari argumentasi-argumentasi mereka dan referensi-referensi yang di dapatkan sesuai dengan tema yang di bahas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan bahsul masail ini merupakan pelatihan yang pertama yang di adakan pekan ini dan rencananya pelatihan ini akan berkelanjutan dan menjadi kegiatan rutin untuk mahasiswa dalam kajian kitab kuning.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRencananya kegiatan ini bisa di adakan tiga bulan sekali dan nantinya akan di berikan tema-tema yang saat ini menjadi sorotan masyarakat untuk di bahas terutama masalah-masalah fiqih yang layak untuk di kaji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini juga akan menghadirkan dosen pembimbing sesuai \u00a0dengan topik dan pembahasannya masing-masing, rencananya dalam setiap kelompok akan terdiri dari lima orang dan di bimbing dengan satu dosen, harapan dengan pelatihan bahsul masail yang di adakan secara rutin, nantinya mahasiswa sudah bisa menjawab dan memahami tentang konsep hukum Islam serta menjawab problematika hukum yang nanti mereka hadapi di kemudian hari terutama di masyarakat. (Ria Rhisthiani\/Rudi Santoso)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Kegiatan rutin mingguan kajian kitab Kuning yang di selenggarakan oleh Fakultas Syari\u2019ah UIN Raden Intan Lampung,Ahad (11\/3\/2018) di gedung setempat. Berbeda dari pekan lalu pasalnya pengajian seperti hari ini biasanya mahasisiswa menyimak dan memaknai kitab serta tanya jawab seputar fiqih nahwu dan sharaf, tetapi kali ini mahasiswa diberi kesempatan untuk mengakaji suatu permasalahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7919,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7918"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7918\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}